ILO Puji Komitmen RI Dalam Penciptaan Kerja Layak

Redaksi: Sabtu, 29 April 2017 | 16.16.00

Direktur Jenderal Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO), Guy Ryder, dalam pertemuannya dengan Wakil Tetap RI untuk PBB, World Trade Organization (WTO) dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib, Jumat (28/4). (Foto: kemlu)

JENEWA| HARIAN9
Indonesia miliki peran penting dalam terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan di kawasan, khususnya terciptanya kerja layak. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO), Guy Ryder, dalam pertemuannya dengan Wakil Tetap RI untuk PBB, World Trade Organization (WTO) dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib, Jumat (28/4).

"ILO sangat mengapresiasi peran strategis Indonesia di kawasan serta komitmen pemerintah RI dalam mewujudkan tercapainya kerja layak" demikian disampaikan Guy Ryder.

Salah satu wujud keberhasilan kerja sama RI-ILO adalah pelaksanaan pertemuan regional ILO ke-16 untuk kawasan Asia-Pasifik di Bali, 6-9 Desember 2016. Bali Declaration, hasil pertemuan tersebut, saat ini bahkan menjadi rujukan bagi pelaksanaan program dan kegiatan ILO dalam mewujudkan kerja layak di negara-negara kawasan Asia-Pasifik.

"Sejauh ini ILO sering melibatkan Pemerintah RI dalam pembahasan penyusunan standar internasional kerja layak di berbagai sektor yang selanjutnya menjadi rujukan penyusunan kebijakan tenaga kerja bagi negara-negara di tingkat nasional", jelas Dubes Hasan Kleib.

Disampaikannya, hal itu seraya menekankan bahwa partisipasi Indonesia dalam berbagai pembahasan di ILO, merupakan pengakuan terhadap kuatnya komitmen dan peran Pemri terhadap terciptanya kerja layak, baik di tingkat nasional, regional maupun global.

Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang berperan dalam penyusunan Guidelines kerja layak di sektor pariwisata dan perhotelan di tingkat global. ILO juga telah mengindikasikan akan melibatkan Indonesia dalam penyusunan Guidelines kerja layak di zona ekspor yang akan dibahas pada akhir tahun 2017 mendatang.

Saat ini Indonesia juga menjabat sebagai salah satu deputy member dari Governing Body (GB) ILO yang memiliki mandat untuk membahas dan menyusun berbagai program dan kegiatan ILO. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar

Komentar