Indonesia Dorong Penguatan Perlindungan Buruh Migran

Redaksi: Minggu, 30 April 2017 | 11.14.00

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Filipina tanggal 28 April 2017, sekaligus menghadiri rangkaian KTT ke-30 ASEAN, tanggal 29 April 2016 di Manila. 

MANILA| HARIAN9 
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Filipina tanggal 28 April 2017, sekaligus menghadiri rangkaian KTT ke-30 ASEAN, tanggal 29 April 2016 di Manila.  KTT ke-30 ASEAN merupakan KTT ASEAN pertama dalam masa keketuaan Filipina di tahun 2017. Tahun ini juga menjadi istimewa karena merupakan perayaan 50 tahun ASEAN sejak didirikan pada tahun 1967.

Tema yang diusung Filipina pada KTT ke-30 ASEAN adalah “Partnering for Change, Engaging the World”, tema tersebut diangkat untuk memajukan kesatuan negara anggota ASEAN dan mitra ASEAN di tingkat global guna menjadi sekutu aktif dalam membentuk masa depan yang sejahtera bagi seluruh masyarakat ASEAN dan global. 

KTT ke-30 ASEAN terbagi menjadi dua sesi, yakni sesi pleno dan sesi retreat. Pada sesi pleno akan dibahas pembangunan Masyarakat ASEAN sementara sesi retreat akan memfokuskan pada pertukaran pandangan mengenai isu-isu regional dan kawasan. 

Jokowi akan menyampaikan isu-isu yang menjadi kepentingan dan perhatian Indonesia di ASEAN, antara lain: peningkatan upaya ASEAN dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan, termasuk di Laut China Selatan dan krisis di Semenanjung Korea. 

Kemudian, peningkatkan relevansi ASEAN bagi masyarakat, mengingat munculnya sentimen inward-looking dan anti regionalisme di Amerika dan Eropa. 

Selain itu, Indonesia mendorong untuk penguatan perlindungan buruh migran melalui percepatan penyelesaian instrumen perlindungan hak pekerja migran yang telah mencapai tahap akhir. 

Sementara dari sisi ekonomi, negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) harus segera diselesaikan untuk persempit gap pembangunan dalam kawasan. Indonesia juga memberikan perhatian tinggi dalam merespon berbagai tantangan lintas batas negara. 

Dalam kesempatan ini, para Pemimpin ASEAN juga akan melakukan pertemuan dengan wakil-wakil AIPA (ASEAN Inter-Parliamentary Association) dan wakil Pemuda ASEAN. Dengan begitu diharapkan ada sinergi dan kontribusi positif dari parlemen dan pemuda dalam proses pembangunan Masyarakat ASEAN.

Setelah berjalannya Masyarakat ASEAN selama setahun terakhir, KTT ke-30 ASEAN ini diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi para Pemimpin Negara Anggota ASEAN untuk meningkatkan komitmen dan kerja sama dalam mengatasi berbagai tantangan dan dinamika global dan regional.  Di usianya yang ke-50 tahun, ASEAN diharapkan dapat semakin meningkatkan manfaat konkrit bagi masyarakatnya. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 

Komentar