Malapetaka Penjualan Sebidang Tanah, Diduga Korban dirawat di RSUD Langsa

Redaksi: Minggu, 30 April 2017 | 23.22.00

Wartawan Harian9 saat lakukan konfirmasi dengan keluarga korban . (Foto: Jasmani)


ACEH TAMIANG| HARIAN9 
Untuk Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan, yaitu diancam Dua Belas Tahun Penjara, Namun jikalau korban berakibat meninggal dunia akan ada penambahan Pasal lainnya kepada Para Tersangka, dijerat dengan Pasal 365 Jo Pasal 368 KUHPidana. 

Empat orang tersangka inisial AP Alias PL Bin NSR (30 Tahun) Pekerjaan Petani, Warga Dusun Lama Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. MSD Alias HD Bin SD (42 Tahun) Pengangguran, Warga Dusun Lama Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. ADS Alias PK Bin TY (24 Tahun) Pekerjaan Tidak Tetap, Warga Dusun Pakel Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. 

BS Alias BY Bin AMD (39 Tahun) Pedagang, Warga Dusun Lama Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. Kejahatan tersebut bermotif Pencurian dengan Kekerasan (CURAS-red) terhadap korban Sardi Bin Darwito dirumahnya Pukul 02.30 WIB, Warga Dusun Lama Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. Berhasil diringkus Unit Satuan Reskrim Polsek Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang dibawah pimpinan Kapolsek IPTU M.Isral.SIK dan Kanit Reskrim Bripka Adi Suseno. Kamis (27/04/2017).

Terkait kejadian tersebut Harian9 coba melakukan konfirmasi dengan korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa, namun informasi yang diterima dari pihak Rumah Sakit, korban tidak dapat ditemui, sesuai dengan pesan Kepala Ruangan RSUD Langsa Muliadi. Minggu (30/04/2017).

Menindak lanjuti konfirmasi, Harian9 menemui Misran bin Darwito adik dari Korban.

"Saya tidak mengetahui kejadiannya secara detail, dikarenakan letak rumah kami berjauhan, dan yang saya tahu, korban menjual tanah tersebut untuk membeli lahan lain,” jelasnya.

Antara Pelaku dan korban, awalnya pernah tinggal satu rumah, dua minggu sebelum peristiwa tersebut, Pelaku bersama keluarganya pindah ke rumah mertuanya, dan akhirnya korban yang masih membujang tinggal seorang diri dirumah peninggalan orang tuanya. 

"Dan sepengetahuan saya, antara Pelaku AP dan Korban tidak pernah ada selisih faham, makanya saya sangat terkejut dengan kejadian peristiwa tersebut,” paparnya. (Jas9)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar