MUI: Ceramah agama harus damai, penuh kasih, dan memberikan rahmat untuk seluruh alam

Redaksi: Minggu, 30 April 2017 | 13.32.00

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik imbauan Menteri Agama yang dituangkan dalam 9 poin Seruan tentang Ceramah di Rumah Ibadah. (Foto:  kemenkeu)

JAKARTA| HARIAN9 
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik imbauan Menteri Agama yang dituangkan dalam 9 poin Seruan tentang Ceramah di Rumah Ibadah. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi dalam rilisnya, Sabtu (29/04).

Menurutnya, MUI berpandangan bahwa ceramah agama seyogyanya dapat membawa umat manusia kepada solidaritas dan kerjasama untuk membangun peradaban masyarakat yang harmonis, maju, sejahtera dan beradab. 

Ceramah agama harus disampaikan dengan menampilkan wajah agama yang damai, penuh kasih, dan memberikan rahmat untuk seluruh alam.

"MUI menyadari bahwa dalam masyarakat yang majemuk, perlu adanya aturan yang berisikan nilai-nilai etika dan pesan moral untuk dijadikan pedoman bersama baik secara pribadi maupun kelompok dalam melaksanakan tugas dakwah atau misi agama, agar tidak tetjadi benturan di masyarakat," jelasnya.

MUI mencermati, bahwa dalam kehidupan umat manusia, baik pada skala global maupun nasional di banyak negara, menunjukkan adanya gejala pertentangan, pertikaian dan perpecahan. Jika dibiarkan, hal ini dikhawatirkan akan membawa dampak sistemik dalam kehidupan umat manusia dalam berbagai bidang kehidupan.

Berdasarkan beberapa pemikiran tersebut, MUI berharap 9 poin seruan Menteri Agama itu dapat menjawab beberapa persoalan di atas. Untuk hal itu MUI meminta kepada Kemenag untuk mensosialisakan seruan tersebut kepada semua pihak agar semua orang, khususnya para pemuka agama dapat memahami dan melaksanakan seruan tersebut.

Zainut Tauhid memberi catatan kritis atas seruan tersebut karena tidak dibarengi sanksi. Dia khawatir, seruan tersebut tidak cukup efektif mendorong para penceramah agama untuk mematuhinya.

"MUI turut mengimbau semua pihak khususnya kepada para pemuka agama untuk ikut membantu mensosialisasikan seruan ini kepada masing-masing pendakwah, pengkhotbah atau penceramah di masing-masing agamanya," ujarnya.

"Sehingga, seruan ini bisa dijadikan panduan bersama dalam melaksanakan tugas suci agama dalam rangka menjaga harmoni kehidupan dan kerukunan, baik interen maupun antar umat beragama," tambahnya.

Menag Lukman Hakim pada Kamis (28/04) kemarin telah mengeluarkan 9 seruan terkait ceramah di rumah ibadah.

Dihaharapkannya, seruan tersebut dapat diperhatikan, dimengerti, dan diindahkan oleh para penceramah agama, pengelola rumah ibadah, dan segenap masyarakat umat beragama di Indonesia. (kemenag/03)
Editor: Mardan H Siregar 

Komentar