Nyambi Jurtul Togel, Seorang Kakek Ditangkap Polisi

Redaksi: Minggu, 30 April 2017 | 03.36.00

Tersangka NS saat diintrogasi penyidik Satreskrim Polres Padangsidimpuan dalam kasus judi, Sabtu (29/4).  (Foto: Riswandy)

PADANGSIDIMPUAN| HARIAN9
Nyambi jadi juru tulis (jurtul) toto gelap (togel), seorang kakek NS (50) warga Jalan Melati Seberang, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, ditangkap aparat Kepolisian Resor (Polres) Padangsidimpuan.

Pria yang bekerja sebagai pengutip retribusi sampah di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemko Padangsidimpuan ditangkap di salah satu warung kopi di daerah Ujung Padang. Dari tersangka, petugas mengamankan barang bukti satu unit Hand Phone (HP) merk Nokia, uang hasil penjuakan nomor sebesar Rp.368.000.-, satu buah buku mimpi dan 15 kupon kertas berisi nomor tebakan.

Kapolres Padangsidimpuan AKBP. Andy Nurwandy melalui Kasat Reskrim AKP Zul Efendi, Sabtu ( 29/4), membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka kasus 303 tentang perjudian setelah adanya laporan masyarakat.

“Tersangka ditangkap personil Satreskrim Polres Padangsidimpuan setelah adanya informasi dari masyarakat terkait maraknya praktek perjudian jenis togel di wilayah tersebut. Tersangka kita tangkap saat sedang merekap nomor tebakan judi togel,“ ujar Kasat.

Menurut Kasat, sesuai pengakuan tersangka, nyambi jadi jurtul togel sudah dua bulan digelutinya dengan mendapatkan upah dari seorang bandar bermarga Purba sebesar 20 persen dari omset penjualan kupon judi setiap putarannya.

“Tersangka yang sehariannya bekerja mengangkat sampah di sekitar Kota Padangsidimpuan mengakui bahwa hasil dari upah menjadi jurtul digunakan pelaku sebagai tambahan biaya untuk menghidupi istri dan tiga anaknya. Sebab hasil dari bekerja pengangkat sampah cuma di gaji pemerintah sebesar Rp.600 ribu per bulan,“ sebutnya.

Lebih lanjut Kasat menjelaskan, pemberantasan judi di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan sekaligus untuk menindak lanjuti program Kapolri yaitu Profesional Modern dan Terpercaya (Promoter).

“Program tersebut, kita dituntut kecepatan dan profesionalisme setiap anggota Polri baik dalam menangani masalah yang terjadi ditengah tengah masyarakat maupun mengungkap berbagai kasus seperti narkoba,curanmor, pencurian, pengelapan dan perjudian yang saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat khususnya di wilaya kota Padangsidimpuan,“ tegasnya. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar