Pertemuan Bilateral RI dengan Myanmar

Redaksi: Sabtu, 29 April 2017 | 16.25.00

Presiden Joko Widodo lakukan pertemuan bilateral dengan State Counsellor Myanmar Aung San Suu Kyi, sesaat sebelum dimulainya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-30 ASEAN, di Manila, Filipina (29/4). (Foto: kemlu)


MANILA| HARIAN9 
Presiden Joko Widodo lakukan pertemuan bilateral dengan State Counsellor Myanmar Aung San Suu Kyi, sesaat sebelum dimulainya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-30 ASEAN, di Manila, Filipina (29/4). 

Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung  dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu Desra Percaya.​

Menlu Retno pada kesempatan ini mengatakan, Jokowi menekankan bahwa bahwa kestabilan di Myanmar merupakan hal yang penting, bukan hanya untuk Myanmar, tapi juga untuk kawasan. 

"Oleh karena itu, stabilitas perdamaian di Myanmar menjadi sangat penting untuk tetap dijaga," kata Jokowi sebagaimana disampaikan Retno.

Untuk membantu Myanmar dalam menjaga kestabilan, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia telah menyiapkan kerja sama jangka menengah dan panjang yang inklusif dengan Myanmar. 

"Intinya adalah agar Rakhine State bisa berkembang menjadi sebuah wilayah yang maju secara inklusif, yang tidak terjadi diskriminasi dan sebagainya," ujar Retno.

Dalam pertemuan itu Jokowi menawarkan program untuk kesehatan, pendidikan, dan lain-lain.  Secara khusus, lanjut Menlu, juga dibahas mengenai kebutuhan untuk pelatihan polisi, dimana saat ini Myanmar hanya memiliki separuh dari kebutuhan polisi. 

"Pernah disebut bahwa jumlah yang dimiliki sekitar 80 ribu tetapi sebenarnya jumlah yang diperlukan adalah 100 ribu. Suu Kyi mengatakan ingin bekerjasama dengan Indonesia dalam rangka capacity building untuk polisi-polisi," jelas Retno.

Mengenai tanggapan Aung San Suu Kyi, Retno menjelaskan, bahwa secara khusus State Councellor Myanmar menyampaikan apresiasinya kepada Indonesia yang selama ini telah membantu Myanmar dalam menyelesaikan isu di Rakhine state secara inklusif dan konstruktif,

"Suu Kyi menyampaikan bahwa situasinya memang tidak mudah, tetapi beliau menyampaikan bahwa komitmen pemerintah Myanmar sangat kuat untuk memperbaiki situasi yang ada di Rakhine State," ungkapnya. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar

Komentar