Aceh Tamiang Mulai Kehilangan Daerah Tangkapan Air

Redaksi: Selasa, 02 Mei 2017 | 00.55.00

Lokasi Daerah Tangkapan Air Titi Putih Kampung Landuh Kecamatan Rantau. (Foto: Dani)


ACEH TAMIANG| HARIAN9 
Gedung-gedung, Ruko, perumahan dan berbagai bangunan lainnya mulai menghiasi setiap sisi perkotaan, pinggiran kota dan kota penyangga, semuanya sibuk membangun tanpa ada sebuah aturan yang jelas.

Pantauan Harian9 di kawasan Titi Putih Kampung Landuh Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, di wilayah tersebut daerah tangkapan airnya sudah mulai hilang, dan diisi dengan bangunan Ruko, rumah hunian, perumahan, SPBU dan berbagai bangunan lainnya. Senin (01/05/2017). 

Suhaimi Warga Kampung Durian Kecamatan Rantau, saat berada dilokasi daerah tangkapan air tersebut pada Harian9 mengatakan, jarang-jarang mudik ke  Kampung. 

"Sekali pulang kampung terlihat kawasan Titi Putih sudah penuh dengan bangunan dan sudah banyak pula rumah-rumah yang indah,” jelasnya. 

“Cuma sayakhawatirkan, jika hujan terus-menerus terjadi, maka air tidak ada lagi yang menampung, dan biasanya air akan mengalir ketempat yang lebih rendah, tambahnya.

Kalau dilihat dari situasinya, dapat dipastikan Kampung Bukit Tempurung Kecamatan Kota Kualasimpang, Kampung Kota Lintang Kecamatan Kota Kualasimpang, Kampung Landuh Kecamatan Rantau adalah Daerah yang pertama mengalami banjir luapan air dari sungai Tamiang.

"Kawasan ini menjadi sebuah contoh yang salah dalam penerapan pembangunan, dan Pemerintah harus segera menerapkan aturan untuk kawasan daerah tangkapan air, agar jika terjadi curah hujan yang tinggi, resiko bencana banjir dapat sedikit teratasi, ” ungkapnya. (Dani9).
Editor: Mardan H Siregar 





Komentar