Kolaborasi Perancang RI-Australia Pukau Sydney

Redaksi: Senin, 15 Mei 2017 | 18.09.00

Keindahan panorama Teluk Kecil (Little Bay), yang berjarak sekitar 15 km dari pusat Kota Sydney yang berlalu dari pandangan mata seiring datangnya  malam sedikitpun tidak mengurangi langkah sempurna, anggun dan gagah 32 model perempuan dan laki-laki di atas catwalk ajang promosi fesyen IndonesiaBeautiful2 yang berlangsung di malam hari (12/5/17). (Foto: kemlu)


SYDNEY| HARIAN9
Keindahan panorama Teluk Kecil (Little Bay), yang berjarak sekitar 15 km dari pusat Kota Sydney yang berlalu dari pandangan mata seiring datangnya  malam sedikitpun tidak mengurangi langkah sempurna, anggun dan gagah 32 model perempuan dan laki-laki di atas catwalk ajang promosi fesyen IndonesiaBeautiful2 yang berlangsung di malam hari (12/5/17). 

Para model cantik dan tampan yang berpartisipasi secara sukerala ini berasal dari latar belakang profesi, suku bangsa dan negara yang beragam.

Di malam itu, ratusan tamu undangan yang memadati ruang pertunjukan di gedung Prince Henry Centre dibuat terpukau dan terpana dengan hasil-hasil karya hebat lima orang perancang busana dari Indonesia dan satu orang perancang busana dari Australia. 

Gemuruh tepuk tangan senantiasa terdengar di seluruh ruangan pada setiap akhir pertunjukan karya masing-masing perancang. Para tamu undangan pun seakan-akan tidak  menyadari udara malam yang dingin menusuk di luar gedung pertunjukan.

Lima orang perancang busana dari Indonesia adalah Ariy Arka, Dana Duryatna, Erdan Mardani, Komarudin Kudiya, dan Tudi Adib. Sementara itu, perancang dari Australia yang ikut berkolaborasi adalah Jenny Kee, seorang icon fesyen Australia pada tahun 1980-an.

Kolaborasi para perancang Indonesia dan Australia pada Indonesia Beautiful2 tersebut merupakan sebuah testimony semakin menguatnya kerja sama Indonesia dan Australia di bidang fesyen, yang merupakan salah satu elemen penting bidang industry kreatif. Kolaborasi  ini juga merupakan wadah yang tepat tidak saja untuk menjajaki kolaborasi bisnis, tetapi juga sebagai wadah saling belajar antara para perancang busana di Indonesia dan Australia.

"Kerja sama Indonesia dan Australia di bidang ekonomi kreatif berkembang pesat, dan telah menjadi salah satu pilar penting bagi kedua negara," ungkap Konjen RI Sydney, Dr. Yayan G.H. Mulyana dalam sambutan pembukaan.

Disebutkannya, bahwa di Australia, bidang fesyen berkontribusi sebesar AUD 12 miliar dari total AUD 10.19 miliar kontribusi industri kreatif terhadap ekonomi Australia. Sementara itu, Indonesia merupakan eksporter terbesar ke-12 ke Australia dengan total sebesar AUD 500 juta. 

Nilai tersebut berpotensi meningkat, dan ajang promosi seperti IndonesiaBeautiful yang diinisiasi KJRI Sydney, dan didukung berbagai pihak, merupakan salah satu wadah penting untuk terus meningkatkan kerja sama bilateral di bidang fesyen.

"Indonesia kaya akan motif-motif yang bernilai seni tinggi, di lain pihak Australia memiliki teknologi dan keahlian manajemen di bidang fesyen. Ini merupakan peluang kolaborasi untuk memberikan keuntungan ekonomi bagi Indonesia dan Australia", tegasnya.

Senada dengan Konjen RI, Dr. Geoff Lee MP, Parliamentary Secretary for Western Sydney and Multiculturalism dalam sambutan mewakili Premier New South Wales menggarisbawahi arti penting bidang industri kreatif dan fesyen bagi perekonomian Australia, serta bagi kerja sama ekonomi Australia dan Indonesia.

"Saya bukan orang yang terlalu pakar ketika menyangkut fesyen. Namun saya bisa garisbawahi di sini bahwa bidang fesyen telah berkontribusi signifikan bagi perekonomian Australia. Di lain pihak, penyelenggaraan IndonesiaBeautiful merupakan sebuah testimony of strong relationships and cooperation antara Indonesia dan Australia di bidang fesyen," ungkap Dr. Lee.

Selain acara fashion show ini, IndonesiaBeautiful2 pada tahun 2017 juga telah menghadirkan rangkaian kegiatan Business Day bagi para perancang dari Indonesia (11/5/17), dan Indonesian Fashion Today (13/5/17) di mana para perancang Indonesia berdiskusi mengenai perkembangan dunia fesyen Indonesia kepada masyarakat Indonesia. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar