Pameran Saudi Healthcare, RI Raup Prospek Nilai Kontrak USD.1.5 Juta

Redaksi: Kamis, 18 Mei 2017 | 10.40.00

Pameran dibuka secara resmi oleh HRH Prince Saud Abdullah Al Faisal Bin Abdul Aziz, Chairman of Riyadh Exhibition Company LTD. (Foto: kemlu)

RIYADH| HARIAN9
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh terus mendorong upaya diplomasi ekonomi guna meningkatkan ekspor non migas, arus wisatawan dan investasi melalui berbagai kegiatan yang salah satunya adalah partisipasi pada pameran-pameran yang diselenggarakan di Arab Saudi.

Dalam rangka pelaksanaan program kegiatan promosi tahun 2017, Atase Perdagangan KBRI Riyadh bersinergi dengan Fungsi Ekonomi telah berpartisipasi pada pameran Saudi Healthcare pada 8 sampai 10 Mei 2017 yang diselenggarakan di Riyadh International Convention and Exhibition Center (RICEC), Riyadh, Arab Saudi.

Menurut Atase Perdagangan KBRI Riyadh, Wawan Sudarmawan, Pameran Saudi Healthcare merupakan pameran tahunan berskala internasional dan terbesar di Arab Saudi untuk sektor alat kesehatan, obat-obatan/famasi, kosmetik, parfum serta inovasi dan teknologi kesehatan.

Pameran tahun ini diikuti oleh 160 industri profesional baik dari perusahaan Arab Saudi maupun dari perusahaan manca negara seperti dari Jerman, Amerika Serikat, Cina, Turki, India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Polandia, Swiss, Uni Emirate Arab, Inggris dan Indonesia.

Pameran dibuka secara resmi oleh HRH Prince Saud Abdullah Al Faisal Bin Abdul Aziz, Chairman of Riyadh Exhibition Company LTD.

Pada pameran tersebut, KBRI Riyadh telah menyewa 8 booth/stand dengan ukuran 72 M². Desain Paviliun Indonesia dengan tema "Trade With Remarkable Indonesia" berada di lokasi hall 4 (VIP Hall) Nomor 636 yang digunakan untuk memfasilitasi 6 perusahaan Indonesia dan 1 booth digunakan oleh KBRI Riyadh.

Adapun ke-enam perusahaan Indonesia tersebut adalah PT Pajajaran Boga Prima (bulu mata palsu); PT Sinar Antjol (produk kebersihan : sabun, deterjen, shampo, dll); CV Hen's Co (bahan baku obat : Gutta perca, dragoon blood) ; PT Surabaya Indah Permai (aroma therapi); PT Novell Pharmaceutical Laboratories (obat-obatan dan vaksin) dan CV Global Mulyo Mandiri (gaharu dan essential oil).

Memanfaatkan kesempatan pameran tersebut, Stand KBRI Riyadh mempromosikan pameran Trade Expo Indonesia (TEI) yang akan diselenggarakan pada 11 - 15 Oktober 2017 di BSD City, Banten dengan memasang standing banner TEI dan membagikan brosur TEI. KBRI Riyadh juga telah membagikan brosur pariwisata dan potensi investasi di Indonesia.

Dari hasil pameran tersebut, telah dihasilkan prospek nilai kontrak sebesar USD.1.524.500. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 


Komentar