Pangkostrad Irup upacara penutupan TMMD ke-98 TA 2017 Kodim 0203/LKT Langkat

Redaksi: Kamis, 04 Mei 2017 | 22.01.00

Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi usai upacara penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-98 TA 2017 Kodim 0203/LKT di Lapangan Tengku Amir Hamzah Stabat Kab. Langkat, Kamis (4/5). (Foto: Pendam I/BB)

LANGKAT| HARIAN9
Dalam amanatnya, Kepala Staf TNI AD Jendral TNI Mulyono yang di bacakan oleh Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi  pada upacara penutupan TMMD ( TNI Manunggal Membangun Desa ) ke-98 TA 2017 Kodim 0203 /LKT menyampaikan bahwa kebersamaan yang ditunjukan dalam program TMMD merupakan refleksi dari kemanunggalan yang hakiki antar segenap komponen bangsa untuk mengatasi berbagai persoalan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kamis (4/5). 

Kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari kemanunggalan TNI-Rakyat yang merupakan roh perjuangan bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara guna menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan Negara yang bersifat semesta, sebagai ciri khas Negara Indonesia yang mengedepankan keterpaduan antara TNI dan Rakyat, demikian ditegaskan oleh Jendral TNI Mulyono selaku penanggungjawab operasional TMMD.

Lebih lanjut  selaku penanggungjawab operasional TMMD, Kasad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat serta seluruh komponen masyarakat yang telah bahu membahu dan saling mendukung sehingga TMMD ke-98 ini dapat terselenggara dengan baik, aman dan lancar sesuai rencana. 

"Mulai Tahun 2017 ini, program TMMD yang semula diselenggarakan 2 kali dalam setahun, ditambah menjadi 3 kali," sebut Kasad

Hal tersebut dilakukan, selain sebagai bentuk kepedulian TNI dalam membantu akselerasi program pembangunan diwilayah-wilayah yang sulit terjangkau, juga sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya luhur bangsa Indonesia yang menjadi makna inti dari Pancasila, yaitu gotong royong. 

Melalui pelestarian budaya gotong royong dan kemanunggalan dalam program TMMD ini, diharapkan kita dapat semakin membentengi diri dari potensi disintegrasi yang dipicu oleh sentiment perbedaan dan sikap intoleransi.

Pada program TMMD ke-98 Tahun 2017 ini, secara nasional  telah diselesaikan sebanyak 357 sasaran fisik berupa pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah Kodam di seluruh Indonesia, antara lain pembangunan sarana transportasi berupa pembangunan jalan baru, rabat jalan, rehabilitasi jalan, peningkatan jalan, betonisasi jalan, penimbunan, pelebaran dan pengerasan jalan. 

Di samping itu juga dilaksanakan pembangunan infrastruktur lainnya yang meliputi pembuatan jembatan, pembuatan tanggul, pemasangan gorong-gorong, pembangunan gapura, pembuatan poskamling, pembuatan sarana olahraga, renovasi rumah ibadah dan rumah tidak layak huni, pembangunan sekolah, pembangunan sarana sanitasi dan pusat-pusat kegiatan masyarakat.

Selain sasaran fisik, TMMD juga menyelenggarakan program-program non fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang bela negara dan ketahanan nasional. Ditengah dinamika kehidupan sosial kemasyarakatan yang diwarnai berbagai permasalahan sangat kompleks seperti sekarang ini, kegiatan non fisik sangat dibutuhkan untuk membangun dan memperkokoh jiwa dan semangat nasionalisme masyarakat. 

Hal tersebut merupakan sebuah kebutuhan untuk menangkal berbagai ancaman 2 disintegrasi bangsa, yang dilancarkan melalui proxy war, yaitu berupa maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba, ancaman terorisme, aksi kriminalitas, kebangkitan komunisme gaya baru serta perang informasi yang melanda hampir ke seluruh penjuru Dunia. 

Oleh karenanya, TMMD dapat dipandang sebagai salah satu upaya pemerintah melalui TNI AD, untuk membangun dan memperkuat ketahanan masyarakat sebagai potensi kekuatan wilayah yang sangat diperlukan dalam membangun ketahanan nasional untuk menjaga tetap tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disela-sela kegiatan upacara penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-98 TA 2017 Kodim 0203/LKT, Pangkostrad  Letjen TNI Edy Rahmayadi meninjau pelaksanaan bhakti sosial kesehatan yang meliputi pengobatan umum, pengobatan spesialis dan  sunat massal serta memberikan 5.000 paket sembako kepada masyarakat Kab. Langkat dan 400 buah bola kepada 35 SSB se-kabupaten Langkat dan kota Binjai. 

Di samping itu juga kegiatan upacara penutupan TMMD, masyarakat juga dihibur dengan adanya atraksi terjun payung, Tari Toba Nauli yang diikuti 1.000 penari, Drumband Kodam l/BB, pameran Alut sista dan hiburan rakyat dengan menghadirkan artis Ibu Kota seperti lkke Nurjanah. 

Upacara  penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-98 TA 2017 Kodim 0203/LKT  dihadiri 20.000 masyarakat Langkat dan kota Binjai, Pangdam l/BB, Kapolda Sumut dan Forko Pimda Sumut, Irjen TNI AD Mayjen TNI Joni L. Tobing, Danjen Kopasus Mayjen TNI Madsuni, Aspam Kasad Mayjen TNI Ilyas Alamsyah, Kakor Brimob Irjen Pol Murad Ismail, TAP Pengkaji Lemhanas RI Mayjen TNI Muh. Hasym, Danpusintelad Brigjen TNI Herianto Syahputra, Ketua Inkopad Brigjen TNI Felix Tampubolon, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Anggota DPR RI Ali Umri, Bupati/Walikota se-Sumut   dan seluruh pejabat teras Kodam l/BB wilayah Medan. (Press Release Pendam I/BB).rel/03.
Editor: Mardan H Siregar 





Komentar