Peran Baru DJKN Sebagai Revenue Center

Redaksi: Rabu, 17 Mei 2017 | 01.30.00

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) di Aula Djuanda Kemenkeu, Jakarta pada Senin (15/05). (Foto: kemenkeu)

JAKARTA| HARIAN9 
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) yang bertema 'Peningkatan Produktivitas Aset Menuju Zero Idle Guna Meningkatkan Kapasitas Fiskal' di Aula Mezzanine, kantor pusat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Senin (15/05).

Menurutnya, selain melakukan pencatatan aset negara, tantangan DJKN adalah bagaimana memanfaatkan aset negara secara optimal. 

"Untuk itu, Rakernas DJKN kali ini harus menghasilkan sesuatu yang langsung dapat dikerjakan dengan action plan yang riil dan terukur," pintanya.

Diingatkannya, agar peran baru DJKN sebagai revenue center tidak diartikan sebagai profit center. Prinsip highest best use tetap harus dikedepankan. 

“Meskipun secara hitung-hitungan ekonomi sebuah aset dapat menghasilkan penerimaan yang cukup besar jika dikerjasamakan dengan swasta, seandainya ada institusi pemerintah yang membutuhkan aset tersebut untuk mendukung tusinya agar dipertimbangkan,” jelasnya.

“Saya harap Rakernas yang akan berlangsung selama tiga hari ini dapat memberikan suatu fokus dan dengan timeline yang ketat, sehingga bisa menghasilkan suatu nilai tambah yang bisa langsung dikerjakan,” pesan Wamenkeu kepada para peserta rakernas.

Sebagai informasi pada Rakernas ini akan dilakukan sidang komisi membahas tiga sub tema utama yaitu simplifikasi proses bisnis DJKN di bidang pengelolaan aset negara, pelaksanaan revaluasi Barang Milik Negara (BMN) dan identifikasi BMN idle serta peningkatan kualitas pengawasan dan pengendalian (wasdal) BMN yang mendukung optimalisasi aset negara. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar