Pramuka Madrasah Dibekali Dasar-dasar Enterpreneurship

Redaksi: Rabu, 17 Mei 2017 | 10.11.00

Dede memotivasi bahwa semua peserta PPMN yang hadir di Bangka ini berpotensi menjadi pengusaha karena sudah memiliki modal tekad yang kuat. (Foto: kemenag)

BANGKA| HARIAN9 
Memasuki hari kedua Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional tahun 2017, para peserta disuguhi materi enterpreneurship. Dua narasumber dihadirkan panitia untuk memberikan inspirasi kepada pramuka madrasah, yaitu Dede Muharam, alumni pesantren Darunnajah Jakarta, dan Thoyib, seorang motivator.

Dede Muharam, yang juga seorangan pengusaha travel di Cirebon Jawa Barat memotivasi peserta agar menjadi pengusaha. Dia menceritakan bahwa semua profesi adalah baik, tapi menjadi pengusaha memiliki banyak kelebihan.

"Banyak profesi yang mengharuskan kita hadir secara fisik menyertai profesi itu. Tapi menjadi pengusaha, kita tidak perlu hadir secara fisik," jelasnya di Bangka, Selasa (16/05).

Karena itu, seorang calon pengusaha harus berpikir optimis. 

"Seorang yang ingin menjadi pengusaha, dia tidak boleh berpikir kerdil dan tidak mampu. Pengusaha harus berpikir menjadi orang yang mampu," sarannya.

Dede memotivasi bahwa semua peserta PPMN yang hadir di Bangka ini berpotensi menjadi pengusaha karena sudah memiliki modal tekad yang kuat. 

"Kehadiran kalian semua ke PPMN ini adalah bukti, bahwa kalian mampu," sebutnya.

Sementara Thoyib, mengungkapkan, untuk menjadi pengusaha harus memilki karakter dan tujuan hidup yang jelas. Dia meminta agar pramuka madrasah menghindari penggunaan kalimat gagal. Bagi orang berkarakter, tidak ada kata gagal, yang ada adalah belum berhasil.

"Gagal itu putus, tapi belum berhasil itu ada ruang untuk usaha, bangkit kembali," ujarnya.

Seorang yang ingin jadi pengudaha harus bisa menghadapi, menghayati, dan menikmati hidup. Dan, untuk bisa melakukan hal demikian, dia harus mampu mengidentifikasi kekurangannya.

"Semakin kita tau kekurangan kita, semakin kita tahu cara mengatasinya," paparnya.

Thoyib juga minta peserta PPMN untuk memahami tujuan hidupnya. Sebab, dengan mengetahui tujuan hidupnya, dia akan bisa menggapainya dengan benar. Dia menyitir sebuah pepatah Arab "Man saara ala darbi washala".

Kegiatan PPMN diikuti para pramuka penegak dari seluruh Indonesia, berlangsung dari tanggal 14 hingga 20 Mei 2017. Ajang tahunan ini dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (kemenag/03)
Editor: Mardan H Siregar 

Komentar