Razia Pekat, Satpol PP Paluta Jaring PSK dan Hidung Belang

Redaksi: Selasa, 16 Mei 2017 | 02.21.00

Enam wanita yang di duga PSK yang terjaring Satpol PP paluta pada operasi Pekat dalam rangka menghadapi bulan suci ramadhan,  Jumat (12/5) malam.  (Foto: Riswandy)


PALUTA| HARIAN9
Puluhan wanita penghibur berhasol dijaring Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), pada razia Peyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar Pemkab Paluta di sejumlah tempat hiburan malam maupun café yang ada di wilayah Paluta, Jumat (12/5) malam.

Razia Pekat yang digelar tersebut dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, yang sasarannya tempat hiburan malam yang ada di wilayah Paluta, serta melakukan penertiban cafe-cafe yang beroperasi hingga larut malam.

Dalam razia itu, setidaknya enam wania di duga sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK) dan pria hidung belang di amankan. Keenam PSK itu yakni L (28) Warga Panyabungan Kabupaten Madina, El (23) warga Langga Payung Kabupaten Labusel, E (24) warga Indrapura Kabupaten Batubara, Ir (34) warga Medan, Li (34) warga Batang Toru Kabupaten Tapsel dan N (24) warga Kota Sibolga.

Saat terjaring razia, ke enam wanita yang diduga PSK tersebut tidak dapat memperlihatkan kartu identitas berupa KTP. Seluruh yang terjaring akhirnya diamankan dan di bawa ke kantor Satpol PP Paluta untuk dilakukan pemeriksaan dan pendataan. Setelah itu di beri pembinaan dan peringatan, kemudian dilepas setelah di jemput oleh pihak keluarga masing-masing dengan perjanjian akan diberi sanksi yang lebih keras lagi apabila terjaring razia kembali.

“Selain di data, keenam PSK tersebut juga diberikan pembinaan maupun siraman rohani, lalu dilepas setelah di jemput oleh pihak keluarga masing-masing dengan perjanjian akan diberi sanksi yang lebih keras lagi apabila terjaring razia kembali,“ ujar Kasatpol PP Paluta Yusuf MD Hasibuan

Dikatakannya, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan pihaknya akan terus melakukan razia sekaligus memberikan imbauan serta pemberitahuan kepada para pemilik cafe ataupun warung tempat hiburan agar menutup tempat usahanya selama bulan Ramadhan.

“Razia ini akan gencar di lakukan di wilayah Paluta dan juga kami imbau dan beritahukan kepada pemilik atau warung tempat hiburan agar menutup usahanya selama bulan Ramadhan,” kata Yusuf.

Ditegaskannya, jika memang masih ada cafe ataupun tempat hiburan yang tidak mengindahkan imbauan, maka pihaknya tidak segan-segan akan mengambil tidakan tegas kepada pemilik tersebut.

Sementara itu ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Paluta H Mukti Ali Siregar melalui sekretaris Drs H Adabul Ahyar Siregar memberikan apresiasi kepada Satpol PP Paluta yang telah gencarnya melakukan razia menjelang bulan suci Ramadhan ini.

“Kami berharap kepada sesama umat muslim agar kedepannya saling menjaga dan saling menghargai umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa dengan cara menutup usaha cafe maupun warung tempat hiburan lainnya demi kenyamanan dan ketenangan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa,“  jelas Drs H Adabul Ahyar Siregar. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar

                                                                                               



Komentar