Tenaga Kerja Indonesia Harus Mengikuti Perkembangan Zaman

Redaksi: Rabu, 17 Mei 2017 | 18.19.00

Menaker dalam forum diskusi bersama seluruh Kepala Dinas Tenaga Kerja se-Sulawesi Tengah, di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/5). (Foto: kemnaker)

PALU| HARIAN9
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri menyoroti perkembangan zaman khususnya di dunia industri yang dinamis dan pesat. Tentunya tenaga kerja juga harus memberikan respon positif terhadap perkembangan tersebut dengan dengan mempersiapkan diri sesuai dengan perkembangan yang ada.  

"Perkembangan teknologi saat ini berimbas terhadap berubahnya karakter pekerjaan. Jika demikian mau tidak mau input SDM juga harus berubah," ujar Menaker dalam forum diskusi bersama seluruh Kepala Dinas Tenaga Kerja se-Sulawesi Tengah, di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/5).

Menurutnya, pemerintah terus berupaya untuk memastikan investasi SDM melalui pendidikan formal dan pelatihan kerja sejalan dengan kebutuhan dan perubahan. Ia mencontohkan, posisi pengantar surat sangat dibutuhkan ketika orang belum mengenal sms maupun beberapa perangkat komunikasi terbaru yang lain.

"Teknologi membuat pekerjaan pengantar surat hilang. Seandainya ada kejuruan pengantar surat maka harus dihapus karena tidak relevan lagi." paparnya.

Masalahnya, lanjut Menaker, lembaga pendidikan kita belum sepenuhnya menyesuaikan kurikulum atau kejuruan dengan kebutuhan dan perubahan karakter pekerjaan. Hal ini menyebabkan banyak lulusan pendidikan formal tidak terserap pasar kerja karena tidak adanya link and match antara supply and demand.

Ditambahkannya, selain perubahan karakter pekerjaan akibat perkembangan teknologi, tantangan lain yang harus menjadi perhatian bersama adalah kemiskinan, kesenjangan sosial dan pengangguran. Untuk menjawab persoalan tersebut perlu adanya peningkatan kompetensi dan keterampilan SDM melalui pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK).

"Untuk itu, BLK jagan mensyaratkan batasan pendidikan dan umur. Jika syarat itu masih diberlakukan maka menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan pelatihan di BLK" papar Menaker.

Diajaknya, semua pihak untuk bersama-sama mendorong peningkatan akses dan mutu pelatihan kerja di BLK agar SDM Indonesia terampil sehingga bisa masuk ke pasar kerja. Sebab, jika SDM Indonesia memiliki keterampilan yang cukup dan sesuai dengan perkembangan zaman, mereka akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang baik sehingga dapat mengurangi kemiskinan, kesenjangan sosial dan pengangguran. (kemnaker/03)
Editor: Mardan H Siregar 

Komentar