Tumpukan Sampah dalam Drainase, Derita Warga Diwaktu Hujan

Redaksi: Selasa, 02 Mei 2017 | 02.07.00

Pemandangan Sampah menumpuk didalam Drainase yang dikeluhkan Warga Gang  Buntu 
Desa Kotalintang. (Foto: Jasmani)


ACEH TAMIANG| HARIAN9  
Drainase (Parit-red)  sebagai sarana penyaluran atau pembuangan dari Air Limbah Rumah Tangga, Limbah dari Pajak dan Kota serta Air hujan untuk dibawa ke suatu tempat agar tidak menjadi masalah bagi lingkungan dan kesehatan, namun sangat disayangkan disaat aliran drainase tidak mampu mengalir dengan normal ketika drainase tersebut tersumbat dari sampah yang mengakibatkan cepat atau lambat dapat menjadi wabah penyakit. Seperti halnya yang terjadi dari pantauan Harian9 di Dusun Arrahim tepatnya di Gang Buntu, Desa Kotalintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, Senin (01/05/2017).

Dari konfirmasi salah seorang warga penduduk pada Dusun tersebut mengungkapkan rasa kegalauannya inisial SU (45 Tahun). 

“Saya sudah lama tinggal di gang ini dari semenjak saya lajang sampai saya berumah tangga dan kini anak saya sudah ada empat orang, saya senang tinggal di gang ini karena letaknya dipusat kota dan sangat dekat dengan tempat saya bekerja. Tetapi disatu sisi kalau diwaktu hujan yang saya sering kesal dan kecewa karena setiap hujan pasti banjir dalam Rumah saya, akibat meluapnya Air dari parit belakang rumah saya,”  jelasnya.

“Parit dibelakang rumah saya ini aliran terakhir tempat bertemunya saluran parit dari Pajak Pagi, Pajak Ayam, serta aliran dari kampung Kotalintang dan aliran parit ini berakhir ke sungai Tamiang. Sementara parit ini ukuranya sangat kecil tidak sesuai dengan kapasitas, dan ditambah lagi terjadi penyumbatan sampah-sampah yang terbawa air serta tanpa kesadaran dari penghuni-penghuni Ruko diatas suka mencampakkan sampah dalam parit, karena ada bangunan toko dan bangunan rumah yang melintangi parit tersebut pas diatas parit tanpa meninggikan sesentipun bangunannya diatas badan parit”, tambahnya.

Ketika harian9 melakukan konfirmasi lebih lanjut timpal Warga lainya inisial SD (39 Tahun).

“Memang sekitar Bulan November 2016 tahun yang lalu permasalahan penyumbatan parit ini pernah turun langsung dari Dinas Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK), mereka mengatakan dalam waktu dekat ini akan kita bersihkan (Normalisasi-red) dan diperempatan persimpangan parit pertemuan air di simpang sana akan kita buat pagar dari besi untuk penyaringan sampah yang terbawa Air, kemudian setiap Paginya petugas sampah akan mengutip sampah yang tersaring pada penyaringan tersebut. Tapi sampai dengan sekarang ini yang mereka janjikan entah mereka lupa atau dilupa-lupakan yang pastinya tidak terealisasi. Tapi jangan salahkan kami suatu saat parit dipersimpangan tersebut akan kami bendung,” timpalnya. (Jas9)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar