Dipicu Kenaikan Impor Nonmigas 16,5 persen, Impor Mei 2017 Meningkat 15,7 persen

Redaksi: Sabtu, 24 Juni 2017 | 09.59.00

Ilustrasi

JAKARTA| HARIAN9
Kinerja impor Mei 2017 tercatat mencapai USD.13,8 miliar atau meningkat 15,7 persen  dibanding April 2017 (MoM). Peningkatan impor ini dipicu kenaikan impor migas sebesar 10,5 persen  (MoM) menjadi USD.1,8 miliar dan kenaikan impor nonmigas sebesar 16,5 persen (YoY) menjadi USD.12,0 miliar. 

Secara kumulatif, impor Januari-Mei 2017 mencapai USD 62,4 miliar atau naik 15,7 persen (YoY). 

Selama periode lima bulan pertama tahun ini, kenaikan impor didorong kenaikan impor seluruh jenis barang. Impor bahan baku/penolong naik sebesar 17,6 persen, impor barang modal naik sebesar 9,1 persen, dan impor barang konsumsi naik sebesar 11,8 persen.

“Peningkatan impor bahan baku/penolong dan barang modal di bulan-bulan pertama tahun ini menunjukkan sinyal positif terjadinya pertumbuhan industri domestik. Sementara itu, peningkatan impor barang konsumsi merupakan antisipasi terhadap lonjakan permintaan selama bulan puasa hingga Lebaran,” kata Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita pada hari ini, Senin (19/06), di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. 

Dijelaskannya, kenaikan impor bahan baku/penolong menjadikan pangsa barang kategori ini semakin dominan, yaitu 75,7 persen terhadap total impor selama Januari-Mei 2017. Pada tahun lalu, pangsa bahan baku/penolong sebesar 74,5 persen. 

Bahan baku/penolong yang impornya naik signifikan selama Januari-Mei 2017 antara lain gula dan kembang gula (33,0 persen), besi baja (31,5 persen), serta bahan kimia organik (23,3 persen). 

Sementara itu, barang modal yang impornya naik signifikan antara lain kendaraan bermotor dan bagiannya (23,7 peren), serta mesin/pesawat listrik (14,9 persen). 

Sedangkan barang konsumsi yang impornya naik signifikan antara lain daging hewan (63,6 persen) dan sayuran (41,0 persen). (kemendag/03)
Editor: Mardan H Siregar

Komentar