Kontribusi Industri Sangat Dibutuhkan untuk Pertumbuhan Industri Nasional

Redaksi: Senin, 19 Juni 2017 | 18.24.00

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Foto: kemenperin) 

JAKARTA| HARIAN9
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Pelantikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) di Jakarta, Senin (19/6), mengharapkan kepada pejabat eselon I yang baru dilantik, yakni Sekjen Kemenperin Haris Munandar dan Kepala BPPI Ngakan Timur Antara agar terus memberikan kontribusi yang maksimal bagi tercapainya pertumbuhan industri nasional yang telah ditetapkan.

“Dengan terisinya jabatan Sekjen secara definitif, pelaksanaan koordinasi dan pemberian dukungan berbagai kegiatan kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kemenperin dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPPI diharapkan dapat memacu penciptaan inovasi di lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) Kemenperin seperti Balai Besar serta Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand) yang tersebar di berbagai provinsi. 

Saat ini, Kemenperin mempunyai 23 unit Balai terdiri dari 11 Balai Besar, 11 Baristand Industri dan satu Balai Sertifikasi Industri, dengan jumlah SDM Peneliti sebanyak 291 orang dan Perekayasa sebanyak 52 orang.

“Kami terus mendorong pemerataan pembangunan industri terutama di luar Jawa dalam upaya mewujudkan Indonesia sentris. Apalagi, sektor industri memiliki multiplier effect dan peran yang strategis dalam perekonomian nasional,” papar Airlangga.

Disebutkannya, pada triwulan I tahun 2017, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 20,48 persen terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, di mana sekitar 18,08 persen berasal dari industri pengolahan non-migas. 

“Kontribusi ini adalah yang terbesar dibandingkan sektor-sektor pembentuk PDB lainnya, seperti pertanian, perdagangan, konstruksi, pertambangan, dan lain-lain,” tegasnya.

Kemenperin mencatat, industri pengolahan non-migas tumbuh sebesar 4,42 persen pada tahun 2016. Kemudian, pada triwulan I tahun 2017, pertumbuhan industri pengolahan non-migas mengalami peningkatan menjadi 4,71 persen. Pertumbuhan ini juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar4,51 persen.

Kinerja yang baik tersebut ditopang oleh ekspor sektor industri yang meningkat sebesar 19,93 persen pada triwulan I tahun 2017. Nilai ekspor sektor industri pada triwulan I tahun 2017 mencapai USD 30,57 miliar atau memberikan kontribusi mencapai 75,28 persen dari total ekspor nasional periode yang sama sebesar USD 40,61 miliar.

Sub sektor industri yang mengalami pertumbuhan tinggi pada triwulan I tahun 2017 adalah industri kimia, farmasi dan obat tradisional sebesar 8,34 persen, industri makanan dan minuman sebesar 8,15 persen, industri karet, barang dari karet dan plastik sebesar 7,52 persen, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki sebesar 7,41 persen, serta industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman sebesar 4,65 persen.

“Momentum yang baik tersebut perlu kita pertahankan atau kita tingkatkan agar target pertumbuhan industri sebesar 5,4 persen untuk tahun 2017 dapat kita capai,” ungkap Airlangga.(kemenperin/03)
Editor: Mardan H Siregar


Komentar