5 Produk Unggulan Indonesia ke Afrika Selatan

Redaksi: Senin, 31 Juli 2017 | 20.00.00



JAKARTA| HARIAN9 
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, pada konferensi pers yang berlangsung di kantor Kementerian Perdagangan, Senin (31/7), mengatakan ada lima produk unggulan Indonesia ke Afrika Selatan berdasarkan kelompok produk utama dan prospektif di tahun 2016 yaitu minyak kelapa sawit mentah dan turunannya, perhiasan, otomotif, produk kimia, serta alas kaki. 

Indonesia-Nigeria Sepakat Bahas PTA Usai Afsel, Mendag melanjutkan rangkaian Misi Dagang ke Nigeria dengan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Investasi Nigeria, Okechukwu Enelamah, di Abuja, Nigeria, Selasa (25/7). 

Ada empat isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut, yaitu Preferential Tariff Agreement (PTA), isu-isu dagang dan investasi, serta imbal dagang (counter trade). Indonesia dan Nigeria sepakat menindaklanjuti pembahasan terkait PTA.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia meminta Nigeria untuk tidak memasukkan beberapa produk ekspor andalan Indonesia dalam daftar 25 produk yang dilarang masuk ke Nigeria (Nigerian Import Prohibition List). Beberapa produk tersebut yaitu olahan kelapa sawit, sabun, dan furnitur. 

"Pelarangan tersebut dinilai merugikan konsumen Nigeria dan produsen Indonesia," kata Enggar

Indonesia juga mengusulkan penggunaan skema imbal dagang sebagai solusi dari pembatasan penggunaan valuta asing untuk transaksi ekspor impor di Nigeria. 

"Diharapkan skema imbal dagang dapat menggali potensi perdagangan lebih besar," jelasnya. 

Indonesia juga menyampaikan keinginannya mendapatkan pasokan minyak langsung dari Nigerian National Petroleum Corporation (NNPC) tanpa melalui pihak ketiga. Selain itu, dari hasil Misi Dagang, Mendag mengimbau pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan kebijakan Nigera yang mempermudah investasi, terutama pada Free Trade Zone (FTZ).

Masih di Nigeria, Enggar juga bertemu dengan Presiden Economic Community of Western Africa States (ECOWAS), Marcel de Souza. 

"Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas usulan pembentukan PTA Indonesia dan negara-negara ECOWAS, di Afrika Barat. Indonesia menyampaikan ketertarikannya tentang kemungkinan pembentukan PTA secara individu dengan negara-negara anggota ECOWAS. Sementara ECOWAS menyatakan keinginannya untuk melakukan perjanjian perdagangan dengan ASEAN (ECOWAS-ASEAN FTA)," imbuhnya. 

Di Nigeria juga berlangsung Bisnis Forum (24/7) di Lantana Hall, Eko Hotel, Lagos, dan dihadiri lebih dari 200 pelaku usaha Nigeria dan 35 pelaku usaha Indonesia dari 20 perusahaan. 

Di sini dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Kareem International dengan Asanita Investment Limited berupa pendirian pabrik Bio-Ethanol di Edo State, Nigeria, senilai USD.20 juta; dan Air Mancur dengan Jeisjosh Pharmaceutical and Food Limited berupa ekspor produk obat herbal dari Air Mancur selama 1 tahun senilai USD.1,1 juta.

Di Forum Bisnis tersebut juga terjadi kesepakatan antara Lembaga Pembiayaan Ekspor dan Impor (LPEI) dan Nigerian Eximbank (NEXIM Bank) untuk melakukan kerja sama strategis terkait pembiayaan, penjaminan, asuransi dan imbal dagang (counter trade). 

LPEI juga menandatangani MoU dengan Tolaram Group terkait fasilitasi pembiayaan dan jaminan bagi pengusaha Indonesia yang akan melakukan kerja sama di Nigeria.

Sementara pada one-on-one business meeting, antara lain PT Sasa Inti bertemu dengan potensial buyer untuk produk seasoning mix and flour, condiment dan monosodium glutamat (MSG), serta berpotensi menghasilkan transaksi sebesar USD 9 juta; serta PT Air Mancur Indonesia bertemu dengan Bonaventura Ltd. untuk produk obat herbal dan madu dengan estimasi transaksi senilai USD.1 juta.  (kemendag/03)
Editor: Mardan H Siregar 

Komentar