Arcandra: Regulasi untuk Dorong Investasi dan Pangkas Birokrasi

Redaksi: Sabtu, 29 Juli 2017 | 06.47.00



JAKARTA| HARIAN9 
Setiap regulasi yang diterbitkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) adalah dalam rangka meningkatkan investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi, dan diusahakan untuk tidak menambah rantai birokrasi. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di depan para investor dan pemangku kepentingan sektor ESDM pada rapat pembahasan Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2017 tentang Pengawasan Pengusahaan Pada Kegiatan Usaha di Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta, Kamis (27/7).

"Forum ini adalah dalam rangka mendengarkan masukan dari semua yang berkepentingan di Kementerian ESDM. Kalau ada hal-hal yang perlu kita perbaiki, kita perbaiki. Kata kuncinya adalah, setiap man-made pasti ada kelemahannya. Untuk itu kita harus cari titik temunya, apa yang bisa kita lakukan untuk memperberbaiki regulasi sehingga mendorong investasi di sektor ESDM," ujar Arcandra.

"Seperti arahan Pak Presiden, setiap peraturan tidak boleh membikin suasana dunia usaha menjadi lebih susah, nah kita menghindari itu," katanya.

Dalam menyusun peraturan Kementerian ESDM, ungkapnya sebisa mungkin kita sosialisasikan di awal, sehingga kita dapat masukan sebelum peraturan itu terbit. 

"Intinya adalah, sebisa mungkin ini bukan menambah rantai birokrasi," jelasnya.

Menurutnya, penyusunan regulasi harus ditujukan untuk mempermudah dunia usaha. 

"Yang kedua, regulasi tersebut harus memberikan added value sehingga siapa pun yang menjadi stakeholder, baik itu di bidang ketenagalistrikan, EBTKE, migas, dan minerba, semua regulasi mengarah kepada bagaimana investasi bisa sebanyak mungkin, sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi," lanjutnya.

"Mungkin ada beberapa peraturan yang kami rasa mungkin belum sampai, belum tersosialisasikan dengan baik, sehingga menimbulkan beberapa pertanyaan, kesimpangsiuran, mengakibatkan ketidaknyamanan, dari pelaku usaha. Oleh karenanya akan kita diskusikan, kita review, sehingga nanti mengerucut kepada solusi terbaik yang bisa kita tawarkan kepada bapak ibu di sini," pungkasnya. (esdm/03)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar