ASWC Conference, Dorong Pentingnya Profesi Pekerjaan Sosial

Redaksi: Sabtu, 29 Juli 2017 | 01.31.00

Konferensi bertema “Menumbuhkan Kerjasama, Solidaritas dan Kualitas Pelayanan Sosial di ASEAN”, ini berlangsung dari tanggal 25-29 Juli 2017 dengan agenda penting penyampaian isu faktual terkait dengan radikalisme dan pendekatan kesejahteraan oleh keynote speech dan penyampaian Country Report. (Foto: kemsos)


JAKARTA| HARIAN9 
Sebanyak enampuluh delapan orang anggota Konsortium Pekerjaan Sosial ASEAN, ditambah enam orang delegasi dari Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan berkumpul di Bidadari Hall Hotel Mercure Convention Ancol Jakarta dalam rangka Konferensi Pekerjaan Sosial Se-ASEAN Keenam (The 6th ASEAN Social Work Consortium Conference).

ASWC Conference diharapkan dapat mendorong peningkatan kontribusi profesi pekerjaan sosial di dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di masyarakat ASEAN terutama di Indonesia. Hal ini disampaikan DR. Marjuki, M.Si, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial saat membacakan sambutan Menteri Sosial RI.

Selain itu, ASWC Conference diharapkan bisa mendorong adanya pertukaran gagasan, keahlian dan kerjasama, peningkatan kemitraan penelitian dan pengembangan pelayanan sosial, advokasi sosial, dan pengembangan kapasitas pekerja sosial. Serta dapat memperkuat organisasi profesional dan jejaring kerja antar pilar-pilar pekerjaan sosial.

Fokus pembahasan dalam konferensi ini adalah pendidikan dan pelatihan Pekerjaan Sosial, Kompetensi Inti Pekerjaan Sosial, Standar Praktek untuk Perlindungan anak, Standar minimum/kurikulum Inti Pekerjaan Sosial. 

Konferensi bertema “Menumbuhkan Kerjasama, Solidaritas dan Kualitas Pelayanan Sosial di ASEAN”, ini berlangsung dari tanggal 25-29 Juli 2017 dengan agenda penting penyampaian isu faktual terkait dengan radikalisme dan pendekatan kesejahteraan oleh keynote speech dan penyampaian Country Report. 

Dilanjutkan panel presentase dengan topik “The role of social work on rehabilitation and deradicalization programmes in Indonesia”

Para peserta konferensi juga akan melakukan kunjungan lapangan ke Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo Jakarta, Pos Daya Rumah Kreatif Pulau Kambing Jakarta dan Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Handayani Jakarta.

Selain peserta dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Philipina, Kamboja, Vietnam, Lao Pdr, Myanmar, Brunei, Timur Leste,Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok, Konferensi juga dihadiri observer/pengamat dari PSKBS Ditjen Linjamsos IPSPI DPD DKIDNIKS, BALKS, IPSPI, LSPS, Ikatan PSM, Ikatan Penyuluh Sosial, Ikatan Relawan Sosial Indonesia. (kemsos/03)
Editor: Mardan H Siregar

Komentar