Belajar Sejarah Hubungan RI-Thailand dari Anggota Kerajaan Thailand

Redaksi: Senin, 24 Juli 2017 | 21.17.00

Museum KAA bekerja sama dengan Sahabat Museum KAA, Ramkhamhaeng University Thailand, dan Paguyuban Mojang Jajaka Kota Bandung dan Jawa Barat mengadakan diskusi mini bertema Journey to West Java by Royal Members of Thailand, Minggu (23/7). (Foto: kemlu)


BANDUNG| HARIAN9 
Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) bekerja sama dengan Sahabat Museum KAA, Ramkhamhaeng University Thailand, dan Paguyuban Mojang Jajaka Kota Bandung dan Jawa Barat mengadakan diskusi mini bertema Journey to West Java by Royal Members of Thailand, Minggu (23/7).

Diskusi yang dihadiri oleh sekitar 60 mahasiswa ini dibuka langsung oleh Kepala Museum KAA, Meinarti Fauzie. 

Disampaikannya, selain sebagai bagian dari tugas dan fungsi museum KAA dalam menopang misi diplomasi publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, kegiatan ini juga merupakaan salah satu wujud keeratan hubungan antara Indonesia dan Thailand di tataran akar rumput.

Diskusi ini menghadirkan Imthip Pattajoti sebagai narasumber. Beliau adalah penulis dari buku yang berjudul Journey to Java by a Siamese King dan juga penyusun kamus Indonesian-Thai, Thai-Indonesian. 

Dalam diskusi tersebut, Ibu Imthip memaparkan sejarah kunjungan beberapa anggota kerajaan Thailand ke Jawa Barat, seperti yang tertulis dalam bukunya dan  juga berdasarkan jurnal harian Raja Chulalongkorn saat berkunjung ke Indonesia, khususnya Pulau Jawa.

Dari catatan perjalanannya ke Pulau Jawa di tahun 1871, 1896 dan 1901, Raja Thailand sangat terkesan tidak hanya dengan kemajuan infrastruktur dan seni budaya di beberapa kota yang dikunjunginya seperti Batavia, Bandung, Yogyakarta, Garut, Cianjur dan Solo tetapi juga dengan keramahtamahan masyarakatnya. 

Untuk itu tidak heran jika pasca kunjungan tersebut di Thailand pun banyak dikembangkan teknologi dan seni budaya yang diadaptasi dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa. 

Salah satunya adalah terciptanya Angklung Thailand yang terinspirasi dari penampilan Angklung yang dilihat oleh Raja Chulalongkorn di Garut, Jawa Barat.

Kegiatan diskusi juga diisi dengan tampilan kesenian Sunda tarian Bajidor Kahot dan Pencak Silat oleh Mojang Jajaka Kota Bandung serta kesenian Thailand dari Ramkhamhaeng University. 

Beberapa tampilan tersebut diantaranya berupa lagu dan tarian yang diciptakan oleh keluarga dan seniman kerajaan Thailand yang terinspirasi dari kunjungan mereka ke Indonesia.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam sejarah hubungan Indonesia-Thailand. Bukan tidak mungkin di masa depan Bandung bisa menjadi salah satu tujuan wisata sejarah bagi masyarakat Thailand. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar