DANRAMIL LANGSA BARAT BERIKAN WAWASAN KEBANGSAAN KEPADA PELAJAR

Redaksi: Rabu, 12 Juli 2017 | 15.52.00

Komandan Koramil (Danramil) 29/Langsa Barat Lenan Satu Inf Sukamto berikan wawasan kebangsaan (Wasbang) kepada Siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Alur Dua yang terletak di desa Bakaran Batee kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, Selasa (11/7/2017). (Foto: Andi Saoutra)

LANGSA| HARIAN9 
Komandan Koramil (Danramil) 29/Langsa Barat Lenan Satu Inf Sukamto berikan wawasan kebangsaan (Wasbang) kepada Siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Alur Dua yang terletak di desa Bakaran Batee kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, Selasa (11/7/2017).

Pada kesempatan tersebut,  Lettu Inf Sukamto menambahkan ilmu tentang pengetahuan kepada seluruh pelajar dengan menerangkan mengenai empat pilar kebangsaan, Proxy War, Bahaya Narkoba dan Bahaya Laten atau Bahaya Komunis yang sedang hangat menjadi perbincangan akhir-akhir ini baik di Media Sosial maupun di Lingkungan sekitar kota Langsa. 

"Kesemua itu adalah ancaman besar terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelasnya.

Selain itu, dalam beberapa tahun kedepan, Negara Indonesia yang beriklim tropis dan terletak di Garis Khatulistiwa akan menjadi Salah satu Negara dengan Lumbung Pangan terbesar di dunia, Oleh karena itu, Negara kita tentunya akan menjadi rebutan oleh Negara-negara Asing yang ingin menguasai lumbung pangan kita demi kelangsungan hidup suku dan rasnya, Indonesia diketahui memiliki kekuatan militer yang cukup menjadi pertimbangan bagi Negara Asing yang ingin melakukan invansi. 

"Perang Konvensional tentunya tidak akan menjadi pilihan yang baik mengingat Militer Indonesia terkenal dengan Gerilyanya, untuk itu beberapa negara Adikuasa ingin perhalan menghancurkan Negara Indonesia dengan merusak generasi penerus melalui Narkoba dan mencoba memecah belah persatuan dan kesatuan Indonesia menggunakan Proxy war serta membangkitkan Paham Komunis yang menjadi bahaya laten bagi seluruh Rakyat Indonesia," ungkapnya.

"Sesungguhnya ini merupakan gaya Perang Modern, dan kita sedang terlibat di dalamnya. Sebagai generasi penerus Bangsa yang secara tidak langsung turut-serta dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, ancaman tersebut dapat kita lawan dengan menjaga persatuan dan kesatuan serta berpedoman kepada empat pilar kebangsaan diantaranya dengan mengamalkan Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjaga kebhinneka tunggal ika-an," paparnya. (andi9).
Editor: Mardan H Siregar 


Komentar