Debu Vulkanik Sinabung Kembali Hujani Kota Medan

Redaksi: Jumat, 28 Juli 2017 | 03.00.00

Ilustrasi 

MEDAN| HARIAN9
Terlihat di sejumlah kendaraan nampak jelas bintik putih, serta tampak di setiap pekarangan debu menempel, ternyata bintik putih itu  debu vulkanik gunung Sinabung kembali menghujani kota Medan, Kamis siang (27/7/17).

Di sejumlah kendaraan yang terparkir dapat terlihat jelas bintik putih, yang disebabkan oleh aktivitas gunung api di Kabupaten Karo tersebut.

Ibu rumah tangga Halimah salah seorang warga Kecamatan Medan Perjuangan mengaku, sempat terkejut ketika melihat jok sepeda motornya dipenuhi bintik putih. Meski awalnya, ia tidak menyadari bintik putih itu merupakan debu akibat erupsi gunung Sinabung.

"Awalnya saya tidak sadar, soalnya sudah lama debu Sinabung tidak sampai ke Medan. Tapi setelah diperhatikan, saya yakin ini memang debu Sinabung," jelasnya.

Sity pun warga Kecamatan Medan Kota mengatakan, sempat merasakan pedih di matanya ketika berkendara. Selain itu ia juga mengaku sempat susah untuk bernafas akibat debu yang terhirup olehnya.

"Mata saya terasa pedih. Rupanya debu Sinabung sampai ke Medan," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, drg Usma Polita Nasution melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Masrita mengimbau, agar dalam beraktifitas diluar rumah supaya dapat menggunakan masker. 

Sebab apabila debu sinabung sampai terhirup, dikhawatirkan dapat mengganggu pernafasan.

"Kita mengimbau supaya melakukan upaya preventif untuk menggunakan masker. Tapi apabila sampai ada keluhan di masyarakat, supaya segera langsung ke Puskesmas," ujarnya.

Masrita mengatakan, meskipun debu Sinabung terlihat jelas, tetapi ia yakin hal ini masih dalam tahap aman. Begitupun, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kata dia juga belum ada memberikan warning kepada Dinas Kesehatan untuk kemungkinan dampaknya bagi kesehatan di masyarakat.

"Ke kita (Dinkes) belum ada terima peberitahuan resmi dari BMKG. Tapi kita tekankan kepada masyarakat supaya melakukan upaya preventif dalam mengatasi kemungkinan yang disebabkannya," katanya.

Dampak negatif dari erupsi gunung berapi dapat menyebabkan gangguan mekanikal, pernapasan akut, penglihatan dan iritasi kulit. Namun, dari ke semuanya gangguan pernapasan akut yang paling banyak dialami, misalnya iritasi hidung dan tenggorokan, bronkitis serta sesak napas. 

"Selain mengganggu pernapasan, abu vulkanik juga mengganggu sistem penglihatan. Abu vulkanik biasanya mengandung butiran yang tajam dan dapat melukai mata," ungkapnya. (jae9)
Editor: Mardan H Siregar 

Komentar