Demo Terbang PPTA Hasil Litbang Kemhan dan Industri Pertahanan

Redaksi: Sabtu, 29 Juli 2017 | 12.47.00

Kementerian Pertahanan melakukan demo terbang dan Statis Display Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) hasil dari Penelitian dan Pengembangan (Litbang) antara Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemhan dengan industri pertahanan dalam negeri, Kamis (27/7) di Lapangan Terbang (Lapter) Rumpin, Bogor. (Foto: kemhan)


BOGOR| HARIAN9 
Kementerian Pertahanan melakukan demo terbang dan Statis Display Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) hasil dari Penelitian dan Pengembangan (Litbang) antara Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemhan dengan industri pertahanan dalam negeri, Kamis (27/7) di Lapangan Terbang (Lapter) Rumpin, Bogor.

Demo terbang disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu bersama sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Mabes TNI dan Mabes Angkatan.

Hadir pula pejabat dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dan pimpinan perusahaan industri pertahanan dalam negeri antara lain PT Dirgantara Indonesia, PT Len Industri (Mission System) dan PT INTI. 

PTTA yang didemo terbangkan tersebut adalah PPTA Rajawali 720, hasil kerja sama Litbang antara Balitbang Kemhan dengan PT Bhineka Dwi Persada. PPTA Rajawali 720 termasuk ke dalam kategori Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau juga disebut Pewasat Udara Nir Awak (PUNA) dan merupakan PPTA bersayap tetap (fixed wing).

PPTA tersebut memiliki kemampuan terbang lebih dari 24 jam, dengan misi radius jelajah 20 km sampai dengan 1000 km, ketinggi jelajah 8000 meter dan kecepatan hingga 135 km/jam (73 knots). 

PPTA Rajawali 720 tersebut juga mampu tinggal landas dan landing dengan landasan yang cukup pendek. PPTA Rajawali 720 dirancang dengan misi utama sebagai pesawat pengintai, dilengkapi dengan sistem gimbal dan kamera yang dapat mengirimkan hasil pantauan, baik gambar maupun video secara real time ke darat melalui Ground Control Station (GCS).

PPTA Rajawali 720 dapat menjadi salah satu alternatif yang hadal dalam melakukan pengawasan dalam berbagai keperluan, seperti melakukan pemantauan di daerah perbatasan, lautan ataupun hutan.

Selain demo terbang PPTA Rajawali 720, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan demo terbang lima unit PTTA hasil Litbang lainnya dari industri pertahanan dalam negeri yakni PT Indo Pacific Communication Defence (IPCD), PT Carita Boat Indonesia, PT Mandiri Mitra Muhibah, PT Sari Bahari dan PT Len Industri (Mission System). (kemhan/03)
Editor: Mardan H Siregar 





Komentar