Desain Ideal Perpustakaan PTKIN Lagi Dibahas

Redaksi: Senin, 31 Juli 2017 | 23.38.00

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menerima audiensi Pengurus Pusat Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam, Senin (31/07). (Foto: kemenag)


JAKARTA| HARIAN9
Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin menerima kunjungan pengurus pusat Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS). Dalam kesempatan itu, kedua belah pihak membahas desain ideal perpustakaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 

Menurutnya, mewujudkan PTKIN sebagai world class university harus didukung dengan perpustakaan yang ideal. Sebagai jantungnya perguruan tinggi, perpustakaan harus didorong ke arah ideal, baik koleksi buku, pelayanan, maupun sarana lain bagi proses pembelajaran dan penelitian para dosennya. 

“Grand design perpustakaan PTKIN yang ideal, itu seperti apa menurut APPTIS? Kita akan mendorong kebijakan pengembangan perpustakaan PTKIN secara sistematis berdasarkan grand design itu, baik pustakawan, koleksi buku-buku maupun hal lainnya,” kata Kamaruddin, Senin (31/07). 

“Bagi para Rektor dan Ketua di PTKIN harus mengacu pada grand design itu dalam pengembangan perpustakaan ke depannnya,” sambungnya.

Diharapkannya, perpustakaan PTKIN nantinya tidak hanya mengembangkan perpustakaan di tingkat universitas, tapi juga fakultas dan Jurusan. Hal itu menurutnya perlu dengan catatan ada  distingsi yang jelas dari setiap perpustakaan.

“Pentingnya perpustakaan tingkat Jurusan dan Fakultas itu supaya ada kekhasan dari setiap universitas. Hal itu menyesuaikan dengan keilmuan yang dikembangkan jurusan di PTKIN. Tentu saja, perpustakaan tingkat universitas/institut itu juga penting untuk semua fakultas dan jurusan,” ujarnya.

Ketua APPTIS periode 2017-2020 Labibah Zain mengatakan bahwa ada kecenderungan setiap PTKIN mempunyai kekhususan dan kekhasan dalam hal koleksi perpustakaan, baik universitas, fakultas maupun Jurusan. 

“Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, saat ini hanya ada perpustakaan universitas, tidak ada perpustakaan fakultas dan jurusan, tetapi mempunyai kekahsan, karena ada layanan untuk pemustaka berkebutuhan khusus (diffable dan disable). Arahan Pak Dirjen  dapat menjadi langkah awal yang baik untuk mengembangkan perpustakaan tingkat Jurusan di UIN Sunan Kalijaga,” ujarnya

Labibah dalam kesempatan itu didampingi oleh para anggota APPTIS, yaitu: Agus Rifai dan Ulfah (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Siti Khatijah (IAIN Metro Lampung), dan M. Aris (IAIN Purwokerto). Tampak ikut hadir juga, Kasi Publikasi Ilmiah Mahrus dan Kasi Bina Ketenagaan Effi Widianti. Kedua orang ini yang selama ini mendampingi kegiatan pengembangan perpustakaan di PTKIN. (kemenag/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar