Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Tingkatkan Kompetensi Petugas TePSA

Redaksi: Sabtu, 22 Juli 2017 | 16.23.00

Kementerian Sosial RI bekerjasama dengan PT. Info Media Nusantara salah satu anak perusahaan PT. Telkom Indonesia Tbk telah meluncurkan Call Centre yang dinamakan Telepon Pelayanan Sosial Anak (TePSA) dengan nomor 1500-771 dimaksudkan sebagai bentuk layanan publik dan layanan kedaruratan dalam perlindungan anak. (Foto: kemsos)

JAKARTA| HARIAN
Maraknya kasus-kasus kekerasan seksual, kekerasan fisik, penelantaran anak, perdagangan anak, perlakuan salah dan eksploitasi terhadap anak di Indonesia mengalami perkembangan yang semakin kompleks. 

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa permasalahan anak sudah sangat meresahkan dan mengkhawatirkan. Anak yang menjadi korban pada umumnya selalu berada pada kondisi yang lemah, labil dan tidak menguntungkan.

Kementerian Sosial RI bekerjasama dengan PT. Info Media Nusantara salah satu anak perusahaan PT. Telkom Indonesia Tbk telah meluncurkan Call Centre yang dinamakan Telepon Pelayanan Sosial Anak (TePSA) dengan nomor 1500-771 dimaksudkan sebagai bentuk layanan publik dan layanan kedaruratan dalam perlindungan anak. 

Fungsi TePSA memberikan layanan telekonseling bagi anak yang mengalami permasalahan, pengaduan, layanan kedaruratan/emergency respon dan rujukan bila dibutuhkan.

Untuk meningkatkan kapasitas petugas TePSA 1500-771 dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak telah menyelenggarakan Training Refreshment Call Centre selama 5 hari dari tanggal 17-21 Juli 2017 di Bambu Apus Jakarta. 

Dalam kegiatan tersebut disampaikan materi tentang efisiensi komunikasi oleh Info Media, teknik konseling oleh praktisi, dan Program Kesejahteraan Sosial Anak oleh para kasubdit di lingkungan Direktorat Rehabilitasi Anak.

Nahar, direktur rehabilitasi Sosial Anak menyampaikan bahwa petugas operator/konselor TePSA 1500-771 perlu terus di tingkatkan kapasitasnya karena TePSA berbeda dengan call centre lainnya, mereka harus memahami program Perlindungan Anak juga harus mengetahui program Kemensos lainnya seperti LK3, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) serta berjejaring dengan pihak lain seperti Rumah Sakit, Kepolisian, RPSA, Sakti Peksos, Dinas Sosial dsb untuk melaksanakan rujukan. 

Lebih lanjut, Kasubdit Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Puji Astuti Santoso menambahkan, bahwa untuk memberikan layanan telekonseling dibutuhkan petugas operator/konselor TePsa yang memiliki kemampuan, keterampilan dan pengetahuan tentang konseling. (kemsos/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar