DPD Satma AMPI Paluta Gelar Sosialisasi Antisipasi Bahaya Terorisme Dan Radikalisme

Redaksi: Minggu, 30 Juli 2017 | 10.04.00

Panitia dan narasumber berfoto bersama dengan pesera pada kegiatan Sosialisasi tentang bahaya terorisme dan radikalisme yang dilaksanakan oleh DPD Satma AMPI Kabupaten Paluta di Gedung KNPI Paluta, Sabtu (29/7). (Foto: Riswandy)

PALUTA| HARIAN9
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Satuan Mahasiswa (Satma) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Padang lawas Utara (Paluta) menggelar sosialisasi tentang antisipasi bahaya terorisme dan radikalisme di gedung Komite Nasional Pemuda Indomesia (KNPI) Kabupaten Paluta, Sabtu (29/7).

Sosialisai yang dibuka oleh ketua DPD AMPI Kabupaten Paluta Gusti Putra Hajoran Siregar digelar ini tujuannya guna mengantisipasi dan mencegah munculnya paham radikalisme dan terorisme bagi kalangan remaja dan pemuda di daerah Kabupaten Paluta Kegiatan dan diikuti oleh puluhan pemuda, pelajar dan kalangan remaja di daerah Kabupaten Paluta serta mendatangkan narasumber yakni Kapolsek  Padang Bolak AKP Syahrul, Danramil 05 PB yang diwakili oleh Serda M Sibawahi dan ketua MUI Paluta yang diwakili oleh Tohong P Harahap SPd Msi.

Ketua DPD AMPI Kabupaten Paluta Gusti Putra Hajoran Siregar dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk langkah dan upaya dari DPD AMPI Kabupaten Paluta melalui Satma AMPI Paluta dalam mencegah bahaya terorisme dan paham radikalisme bagi kalangan pemuda dan remaja di daerah Kabupaten Paluta.

Ia menambahkan, melihat maraknya isu dan kejadian yang berkembang tentang bahaya terorisme dan paham radikalisme di wilayah Indonesia saat ini, dikhawatirkan akan merasuki pemikiran dan perkembangan dari kalangan pemuda dan remaja khususnya di daerah Kabupaten Paluta.

“Saat ini kita melihat tentang banyaknya kejadian bahaya terorisme dan paham radikalisme sudah begitu mengkhawatirkan dan kita takutkan akan merasuki kalangan pemuda di daerah Paluta ini,” katanya.

Gusti mengungkapkan, paham-paham radikalisme dan terorisme susah dicegah atau dihentikan. Maka, untuk mengatasinya harus secara bersama-sama mencegah munculnya paham tersebut dan dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme, peran mahasiswa dan pemuda pun sangat penting.

Selain itu, mahasiswa dan pemuda serta kalangan remaja yang juga merupakan agen perubahan sekaligus generasi penerus bangsa dianggap penting untuk mendapatkan pemahaman dan wawasan yang lebih tentang ilmu agama agar mahasiswa dan kalangan pemuda juga bisa membantu mewujudkan kerukunan umat beragama.

Sementara Ketua DPD Satma AMPI Paluta Imam Ma'ruf Siregar menyampaikan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman serta pengetahuan kepada seluruh peserta yang datang dari kalangan mahasiswa, pemuda, pelajar dan kalangan remaja tentang bahaya terorisme dan paham radikalisme yang saat ini begitu marak di NKRI ini.

Menurutya, paham radikal sendiri mudah menyebar kepada kalangan yang tingkat pemahamannya rendah dan masih labil seperti kalangan remaja dan pelajar. Maka, mahasiswa,pemuda, pelajar dan kalangan remaja sebagai agen perubahan sekaligus generasi penerus bangsa harus memiliki pemahaman yang lebih agar tidak mudah disusupi pemahaman yang menyimpang.

“Melalui sosialisasi dan seminar ini, setidaknya mahasiswa, pemuda, pelajar dan kalangan remaja bisa lebih tahu apa itu radikalisme. Sebab, mereka yang memegang paham radikalisme sering kali tidak menyadari dampak dari perbuatannya, ” katanya.

Kapolsek Padang Bolak AKP Syahrul dalam pemaparannya menyampaikan tentang menyampaikan tentang bahaya terorisme dan paham radikalisme yang dikhawatirkan akan membahayakan bagi kesatuan NKRI.

Tak lupa ia memberikan apresiasi kepada DPD Satma AMPI Paluta atas pelaksanaan sosialisasi dan seminar ini yang sangat membantu dan bermanfaat untuk menangkal berkembangnya bahaya terorisme dan radikalisme di Kabupaten Paluta. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar

                                                                        



Komentar