Etika Bagi Sebuah Bangsa

Redaksi: Kamis, 27 Juli 2017 | 02.14.00

Kebutuhan akan hadirnya penyelenggara negara yang berintegritas dan amanah serta tegaknya pemerintahan yang akuntabel, transparan dan bersih merupakan salah satu arti perting etika bagi sebuah negara hal ini lah yang disampaikan kementrian kopolhukam Yulizar G, dalam kunjungan kerja ke pemerintah Kota Medan. (Foto: pemkomedan)

MEDAN| HARIAN9
Pemerintah Kota Medan diwakili oleh Musaddad dan dihadiri oleh Kadis Kominfo Kota Medan Zain Noval S.STP, M.AP, menerima kunjungan kerja dari kementrian politik hukum dan ham dalam pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi analisis kebijakan kewaspadaan baik dari tingkat nasional maupun daerah sesuai dengan TAP MPR No. 6 tahun 2001.

Etika bagi bangsa di zaman reformasi saat ini dianggap mengalami kemunduran. 

Kebutuhan akan hadirnya penyelenggara negara yang berintegritas dan amanah serta tegaknya pemerintahan yang akuntabel, transparan dan bersih merupakan salah satu arti perting etika bagi sebuah negara hal ini lah yang disampaikan kementrian kopolhukam Yulizar G, dalam kunjungan kerja ke pemerintah Kota Medan. 

"Etika dipakai dalam nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seorang dalam mengatur tingkah laku nilai dalam hidup manusia," ujar Musaddad.

Kadis Kominfo Kota Medan menambahkan untuk kemudahan dan keterbukaan dalam media sosial juga berpengaruh terhadap etika bagi bangsa baik itu berpengaruh positif/negatif. 

Dibandingkan zaman dulu panutan dan panduan lingkungan sekitar terhadap perubahan perilaku tidak semudah pada saat ini. 

"Pembekalan terhadap moral dari lingkungan sekitar adalah satu satu faktor utama dalam memperbaiki etika berbangsa dan bernegara," ujar noval

Kesadaran yang lahir dari diri sendiri merupakan kunci awal untuk merubah terhadap sudut pandangan masyarakat untuk pentingnya beretika baik untuk lingkungan maupun bangsa. (pemkomedan/03).
Editor: Mardan H Siregar

Komentar