Indonesia Konsistens Larang Senjata Kimia

Redaksi: Minggu, 30 Juli 2017 | 01.24.00

Direktur Jenderal Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW), Ahmet Üzümcü, melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta (27/7). (Foto: kemlu)

JAKARTA| HARIAN9
Direktur Jenderal Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW), Ahmet Üzümcü, melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta (27/7). 

Pertemuan ini merupakan rangkaian dari agenda kunjungan Ahmet ke Indonesia untuk membahas membahas penguatan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan OPCW di bidang pelarangan senjata kimia, program pelatihan, dan capacity building.

Retno mengapresiasi misi OPCW dalam pelarangan senjata kimia, termasuk investigasi sejumlah insiden di Suriah yang telah terbukti menggunakan senjata kimia, dan berharap OPCW dapat terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di bidang pelarangan senjata kimia dan peningkatan awareness masyarakat umum terhadap bahayanya senjata kimia.

Di tersebut, Retno juga menyinggung kurang terwakilinya kepentingan seluruh negara pihak dalam OPCW karena anggota exceutive council didominasi oleh negara-negara tertentu saja. 

Harapannya, keanggotaan executive council dapat mewakili tiap region untuk meningkatkan rasa ownership negara-negara pihak terhadap OPCW. Indonesia telah mencalonkan diri sebagai anggota executive council OPCW periode 2018-2020 yang disambut baik oleh Ahmet.

Ancaman senjata kimia perlu dipikirkan dengan serius dan diatasi melalui kerja sama antarnegara. Dalam hal ini, Ahmet memiliki gagasan untuk pembentukan ASEAN Region Chemical Weapons Convention Capability Hub untuk mencegah bahaya sejata kimia terutama di kawasan Asia Tenggara.

Ahmet menyambut positif pencalonan Indonesia sebagai anggota executive council OPCW. Ahmet menyampaikan pada Retno bahwa kunjungannya ke tiga negara, Australia, Singapura, dan Indonesia, adalah untuk melakukan universalisasi OPCW dalam rangka 20 tahun berdirinya OPCW serta meningkatkan awareness masyarakat terhadap bahaya senjata kimia.

Kunjungan Ahmet sebagai Dirjen OPCW diharapkan membawa manfaat positif berupa penguatan kerja sama khususnya di bidang pengembangan kapasitas, peningkatan kualitas laboratorium, dan peningkatan partisipasi ahli, peneliti dari Indonesia pada program pelatihan OPCW guna mendukung implementasi Konvensi Senjata Kimia (KSK). 

OPCW memandang Indonesia dapat berperan sebagai bridge builder bagi penguatan kerja sama antara ASEAN dengan OPCW, seperti menghadapi tantangan potensi penggunaan senjata kimia di kawasan (misalnya untuk kegiatan terorisme), peningkatan kapasitas di bidang iptek kimia dan pengembangan industri kimia di kawasan.

Selain bertemu dengan Retno, Ahmet juga dijadwalkan untuk bertemu Menteri Perindustrian selaku Ketua Otoritas Nasional (Otnas) Konvensi Senjata Kimia Indonesia, serta para pejabat Otnas yang terdiri dari instansi lintas kementerian/lembaga dan kalangan industri kimia di Indonesia.

Ahmet pun dijadwalkan bertemu dengan Duta Besar/Wakil Tetap dari negara anggota ASEAN untuk sampaikan gagasan mengenai pembentukan ASEAN Regional Chemical Weapons Convention Capability Hub, serta melakukan kunjungan ke laboratorium kimia LIPI di Serpong, dan memberikan pidato pada webinar dan kuliah umum di LIPI. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar






Komentar