Mendag Yakinkan Perdagangan Beras Bisa Kembali Normal

Redaksi: Sabtu, 29 Juli 2017 | 17.49.00



JAKARTA| HARIAN9
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan aktivitas perdagangan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) bisa kembali berjalan normal. 

Dinyatakannya, hal tersebut menyusul upaya pemerintah meredam kekhawatiran petani dan pedagang terkait penerapan harga eceran tertinggi (HET) beras di tingkat konsumen.

"Para pedagang beras tidak perlu khawatir dan resah dalam melakukan transaksi perdagangan, begitu pula dengan petani," tegas Mendag Enggar saat memantau aktivitas perdagangan beras di PIBC, Jakarta, hari Jumat (28/7).

Disampaikannya, bahwa Permendag No. 47 Tahun 2017 yang mengatur HET beras belum diundangkan. 

"Untuk itu, yang berlaku saat ini adalah Permendag No. 27 Tahun 2017 yang mengatur harga acuan pembelian di petani dan harga acuan penjualan di konsumen," imbuhnya.

Dihimbaunya, para petani untuk terus menanam dan pedagang tetap menjual beras seperti biasanya kepada konsumen demi kelangsungan kestabilan harga dan pasokan di pasar. 

Meskipun pasokan beras yang masuk melalui PIBC tercatat hanya berkisar 1.800 ton per hari, Enggar
mengharapkan pasokan meningkat kembali dan transaksi berjalan normal.

“Pedagang diharapkan melakukan transaksi dengan normal dan memperhitungkan margin keuntungan yang wajar. Jangan sampai gudang penuh dengan stok petani yang tidak terjual sehingga terjadi kekurangan stok di pasar dan menimbulkan kecurigaan penimbunan,” ujarnya.

Di kesempatan itu ditegaskannya, Pemerintah segera membentuk tim untuk merumuskan tata niaga beras yang memihak pada kepentingan petani, pedagang, dan konsumen. 

Pedagang harus diuntungkan dengan tetap membuat petani merasa nyaman dengan keuntungan yang wajar. Di sisi lain, konsumen juga tetap mendapatkan harga yang pantas dan terjangkau.

Adapun untuk mencapai koordinasi yang optimal dalam penentuan tata niaga beras yang berkeadilan, dinyatakannya siap dan terbuka dengan setiap masukan dari petani dan pedagang di berbagai daerah.

Ditekankannya, agar pengusaha/distributor beras dan barang pokok lainnya untuk mendaftarkan perusahaannya dan secara rutin melaporkan data gudang dan stoknya. Hal ini ditegaskannya untuk melindungi kestabilan harga dan pasokan.

“Pendaftaran perusahaan diperlukan untuk mengetahui pasokan barang pokok untuk mengantisipasi saat ada kekurangan pasokan. Jika ditemukan ada oknum yang bermain atau ada kecenderungan penimbunan maka akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya. (kemendag/03)
Editor:Mardan H Siregar

Komentar