Menlu RI Bahas Perkembangan Situasi di Al-Aqsa

Redaksi: Kamis, 27 Juli 2017 | 03.10.00

Menlu RI Retno Marsudi telah mengadakan pertemuan dengan para Duta Besar dan perwakilan dari 31 negara anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dalam sebuah briefing guna membahas perkembangan situasi di Al-Aqsa, Jerusalem, Palestina di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri pada Selasa sore (25/7).  (Foto: kemlu)


JAKARTA| HARIAN9 
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi telah mengadakan pertemuan dengan para Duta Besar dan perwakilan dari 31 negara anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dalam sebuah briefing guna membahas perkembangan situasi di Al-Aqsa, Jerusalem, Palestina di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri pada Selasa sore (25/7). 

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup.

Dalam sambutan pembukanya sebelum pertemuan, Retno menyatakan terima kasih kepada para Duta Besar dan perwakilan negara-negara OKI yang telah datang dalam notifikasi singkat.

"Situasi di sana sangat fluid dan tegang. Kita tidak boleh membiarkan situasi ini terus berlanjut. Kita harus melakukan sesuatu untuk menghentikan ini sekarang juga. Begitu pula negara lain di dunia. Tolong sampaikan pesan ini ke pemerintah negara masing-masing," demikian disampaikannya dalam pidato pembukaan.

Dalam pernyataannya kepada para anggota pers pada akhir pertemuan, disampaikannya bahwa negara-negara OKI harus memiliki posisi yang solid dalam menyikapi perkembangan.  Selain itu, Indonesia telah memanfaatkan berbagai mekanisme untuk menanggapi permasalahan.

"Dalam pertemuan tadi saya sampaikan perlunya negara-negara anggota OKI untuk memiliki satu posisi yang solid dalam menyikapi perkembangan yang terjadi di komplek Masjid Al-Aqsa," ujarnya.

"Indonesia selama ini terus konsisten dan berkomitmen dalam menyikapi situasi Palestina. Sejumlah mekanisme, seperti Jakarta Declaration OKI dan melalui delegasi Indonesia untuk PBB, telah kita manfaatkan untuk menanggapi masalah itu," tambahnya. 

Indonesia menjadi tuan rumah KTT Khusus OKI pada tahun 2015.

Ditambahkannya, bahwa negara Liga Arab yang tergabung dalam OKI akan mengadakan pertemuan Special Session pada 26 Juli 2017. OKI pun akan mengadakan Open Ended Emergency Meeting of the Executive Comitee of OIC di Istanbul pada 1 Agustus 2017.

Situasi di sekitar Masjid Al-Aqsa memanas setelah peristiwa penembakan yang menewaskan polisi Israel di dekat lokasi tersebut pada 14 Juli. Setelah peristiwa tersebut, Israel membatasi akses pada kompleks Masjid serta memasang alat pendeteksi logam dan kamera pengawas di sekitar kompleks Masjid yang memancing protes dari warga Palestina yang berujung pada bentrokan antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar