Mobil Operasional Haji Harus Dipasang Stiker KUH

Redaksi: Minggu, 30 Juli 2017 | 23.56.00

Samsul dan Petugas Media Center Haji sedang mengabadikan suasana di Daker Makkah, Sisha. (Foto: kemenag)


MAKKAH| HARIAN9 
Pemerintah Arab Saudi memberlakukan aturan terkait penggunaan mobil operasional selama musim haji. Aturan itu mengharuskan pemasangan stiker Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia pada setiap pintu mobil. 

Salah satu Petugas Daker Makkah dari unsur Tenaga Musim (Temus) Samsul mengatakan, aturan pemasangan stiker ini bertujuan agar mobil pelayanan haji, khususnya milik Indonesia, dapat memasuki area-area tertentu seperti Masjidil Haram.

“Selain harus terpasang stiker, diberlakukan juga jam di mana kendaraan diperbolehkan masuk wikayah haram pada waktu tertentu seperti pagi sebelum pukul 07.00 WAS dan setelah Ashar,” ucapnya, Minggu (30/07).

Menurutnya, peraturan tersebut juga bertujuan agar akses jalan di seputar Masjidil Haram tidak terjadi kepadatan. Adapun beberapa lokasi chek point pemberlakuan stiker ini berada di wilayah Mahbazin dan Hafair. Kedua wilayah ini dijaga Polisi. 

“Ketentuannya, hanya taxi yang dibolehkan. Kendaraan yang kurang dari 20 penumpang tidak bisa,” ujarnya.

Stiker yang dipasang di mobil operasional dapat diperoleh di Kantor Teknis Urusan Haji KJRI. Stiker ini berlaku selama 2 bulan saja atau selama musim haji. 

Daker Makkah saat ini masih terus bersiap menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia pada 6 Agustus mendatang. (kemenag/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar