Pasca Lebaran, Harga Daging Sapi Segar Di Kota Padangsidimpuan Mulai Stabil

Redaksi: Minggu, 02 Juli 2017 | 21.57.00

Penjual daging sapi segar di Pajak Batu Kota Padangsidimpuan, meladeni pembeli. 
Hingga H+7 lebaaran harga daging sapi segar kembali normal, Minggu (2/7). 
 (Foto: Riswandy)


PADANGSIDIMPUAN| HARIAN9
Usai Hari Raya Idul Fitri 1438-H atau H+7 lebaran, harga daging sapi segar di Kota Padangsidimpuan terpantau stabil dengan harga berkisar Rp.130.000.- sampai Rp.135.000 per kilogram.

“Harga daging sapi kembali turun setelah lebaran, karena permintaan daging sapi mulai menurun,“ kata Simamora salah satu pedagang daging sapi segar di Pajak Batu Kota Padangsidimpuan, Minggu (2/7).

Dijelaskannya, salah satu penyebab naiknya harga daging sebelum lebaran dikarenakan penjualan jeroan (bagian dalam sapi-red) tidak terjual, akibat para pedagang makanan seperti bakso, soto tidak berjualan atau mudik, sehingga untuk menutup kerugian akibat jeroan yang tak terserap pasar, harga daging sapi segar terkerek naik.

Menurutnya, harga daging sapi segar mulai stabil dan terjadi perubahan penurunan harga setelah lebaran tahun ini dibanding sebelu lebaran yang harganya mencapai Rp.150.000.- dampai Rp.160.000.- per kilogram, yang menurutnya, hal itu disebabkan pasokan daging mengalami perubahan.

“Sebelum lebaran, jeroan enggak laku, harga daging jadi naik, sekarang daging normal lagi antara Rp.130.000.- sampai Rp.135.000.- per kilogram. Kini harganya sudah berubah dan kembali stabil Rp.130.000.- sampai Rp.135.000.- per kilogram dan harganya kembali turun usai lebaran, sesuai hasil kesepakatan seluruh penjual daging sapi segar di Kota Padangsidimpuan,“ katanya.

Kendati demikian, dirinya mengakui, saat ini H+7 lebaran ada tren penurunan konsumsi daging segar oleh masyarakat jika dibandingkan sebelum lebaran kemarin, masyarakat butuh konsumsi daging.

“Saat ini pembeli mulai berkurang dibanding sebelum lebaran kemarin, masyarakat butuh konsumsi daging. Sekarang masyarakat agak menguranginya, kemungkinan bosan makan daging terus,“ paparnya.

Saat ini, lanjut dia, omzet pedagang mulai menurun, dibandingkan omzet beberapa hari menjelang Hari Raya Raya Idul Fitri.

“Namun masih disyukuri, walau usai lebaran omzet penjualan masih lumayan, karena masih banyak masyarakat yang memiliki hajat,“ ucapnya.

Ditanya stok sapi hidup di pedagang sapi, ia menyatakan tidak ada masalah, masih tersedia dengan harga yang masih stabil. 

”Mudah-mudahan stok sapi hidup masih tersedia dan harganya  hidup tidak naik,“ tutupnya. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar