Penutupan Pelatihan Pengembangan Tenun Lidi Kelapa Sawi

Redaksi: Sabtu, 29 Juli 2017 | 00.09.00

Program pelatihan Pengembangan varian Produk kerajinan dengan memanfaatkan limbah Lidi Kelapa Sawit dengan Mengunakan ATBM bersama PT Pertamina EP Rantau, LP2K)sebagai pendamping lapangan,  yang dimulai dari tanggal 24 sampai dengan 28 Juli 2017 di Galery Karya Muda Mandiri, Kampung Paya Bedi Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, ditutup pada  Jumat (28/07/2017). (Foto: Jasmani)

ACEH TAMIANG| HARIAN9 
Program pelatihan Pengembangan varian Produk kerajinan dengan memanfaatkan limbah Lidi Kelapa Sawit dengan Mengunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) bersama PT Pertamina EP Rantau, Lembaga Pengkajian Pemberdayaan & Konsultasi (LP2K) sebagai pendamping lapangan. 

Acara yang dimulai dari tanggal 24 sampai dengan 28 Juli 2017 di Galery Karya Muda Mandiri, Kampung Paya Bedi Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, pada  Jumat (28/07/2017).

Ketua Kelompok Karya Muda Evika Jannah dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini mulai awal sampai penutupan, merupakan bantuan yang terhingga dari PT Pertamina Rantau, LP2K, Universitas Samudra Langsa dan pihak lainnya, 

“Kami sangat berharap pada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Aceh Tamiang agar kegiatan ini nantinya dapat diikuti oleh masyarakat banyak, dan semoga Kampung Paya Bedi dapat menjadi sentar kerajinan,” harap Evika.

Di kesempatan yang sama Abdul Manan Datok Penghulu (Kepala Desa-red) Kampung Paya Bedi menyampaikan, saya hanya berkeinginan agar kelompok Karya Muda dapat terus berkarya, sedangkan Pemerintahan Kampung melalui Alokasi Dana Desa (ADD) akan berupaya untuk menopang pendanaan berbagai kegiatan yang dilakukan.

“Terus kembangkan kreatifitas dan ajak semua masyarakat untuk ambil andil dalam kegiatan yang dilakukan kelopok Karya Muda,” seru Datok.
Di penutupan acara pelatihan tersebut Dedy Zhikrian mewakili PT Pertamina Rantau menyampaikan, Pertamina selalu peduli akan keadaan lingkungan, dan melalui program CSR sendiri ada program kemandirian masyarakat, juga ada konsep selaras alam, yaitu sebuah  produk ramah lingkungan yang dapat memberikan nilai ekonomi. 

"Untuk Kelompok Karya Muda, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang, PT Pertamina Rantau terus berupaya mendukung dan turut melakukan pembinaan, agar kelompok ini dapat berkarya dan menciptakan produksi yang berbeda,” ucapnya.

Mewakili Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang Juanda, SIP dalam sambutannya menyampaikan,  ibarat sebuah bangunan, inilah kelompok Karya Muda, sebuah ornamen tambahan diperlukan untuk menghiasinya, agar menjadi indah. 

Pada Acara tersebut Giono mewakili tenaga Pelatih juga mendapat kesempatan memberikan sambutan,”semangat yang dimiliki kelompok Karya Muda sangat tinggi, semoga hal ini dapat menghasilkan produksi yang tinggi pula.

Menutup acara sambutan, sekaligus menutup acara pelatihan tersebut, Ir.Razuardi, MT menyampaikan, segala sesuatu yang diciptakan Allah tidak ada yang sia-sia, karena hari ini limbah pohon sawit, telah dapat dijadikan bahan yang bermanfaat,” terangnya.
“Saat ini telah tercipta keuangan Desa melalui Alokasi Dana Desa (ADD), tinggal lagi bagaimana mengembangkan usaha-usaha yang menghasilkan untuk perekonomian kita," katanya.

“Produk yang tercipta dari Kelompok Karya Muda, perlu ada yang menampung, dan peran serta Pemda, para pelaku usaha, serta berbagai pihak lainnya, untuk saling membantu, agar dapat tercipta pasar jual yang baik,” harap Razuardi.

Hadir pada acara tersebut Ir. Zagusli Kepala Dinas Peridustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, perwakilan Perkebunan Kelapa Sawit PT.Mopoli Raya, KTNA, Bappeda, Mukim Rantau, Forkompimcam Rantau, Insan Pers dan para tamu undangan lainnya. (Jas9)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar