Peran Kader PSKS Dibutuhkan

Redaksi: Selasa, 25 Juli 2017 | 22.21.00

Hudri Siregar (Ketua IPSM) dampingi Gubsu T Erry Nuradi saat penyerahan ansuransi BPJS Ketenagakerjaan kepada 3.100 orang kader (pendamping asistensi sosial, TKSK, Tagana, PSM dan Pendamping PKH), Selasa (25/7/2017) sore. (Foto: Mardan H Siregar)

MEDAN| HARIAN9 
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi yang juga Pembina Umum PSKS, mengatakan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat, tidak mungkin jika dilaksanakan hanya oleh pemerintah saja, melainkan harus bersama-sama dengan masyarakat.

Karena itu peran para kader Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang ada, khususnya di Sumatera Utara (Sumut) sangat diperlukan dalam mencapai tujuan mensejahterakan warga kurang yang punya keterbatasan.

Hal ini disampaikannya pada kegiatan Ramah Tamah/Temu Kader Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Sumutdi Aula Martabe Kantor Gubernur, Selasa (25/7/2017) sore.

Di acara tersebut turut hadir diantaranya Ketua Karang Taruna Sumut Solahuddin Nasution, Ketua Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Hudri Siregar, perwakilan Tagana, TKSK, para Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Forum Panti, Sakti Peksus serta Pendamping Asisten Lanjut Usia Terlantar (Aslut). Sementara Gubernur didampingi Kadis Kessos Rajali, Kepala BP2RD Sarmadan Hasibuan, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Ilyas Sitorus.

“Pemerintah memberikan kesempatan seluasnya kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bidang kesejahteraan sosial. Bahkan pemerintah sengaja mengembangkan program penyuluhan, bimbingan dan pembinaan bagi tumbuh kembang dan meningkatnya partisipasi sosial dalam berbagai kegiatan pelayanan sosial,” ujarnya.

Undang-undang Nomor 11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial mengamanatkan bahwa penyelenggaraannya menjadi tanggungjawab pemerintah pusat, pemerintah daerah serta kepada masyarakat baik sebagai perseorangan, keluarga maupun organisasi, diberikan kesempatan seluasnya untuk berperan serta.

“Kepada para kader PSKS sebagai bagian dari elemen masyarakat, dengan tekad tulus bersedia terlibat dalam berbagai lapangan pelayanan sosial harus berdiri di garis terdepan untuk berperan dalam penyelengaraan kesejahtaraan sosial, menjadi pilar-pilar partisipan pembangunan yang tangguh di bidang ini,” sebutnya.

Meskipun dengan keterbatasan anggaran yang ada, Pemerintah Provinsi (Pemprov) sudah merasakan peran dan kiprah PSKS dalam penanganan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan terhadap PMKS.

“Tentunya kita akan mendukung dan menyahuti harapan agar Pemprov Sumut bisa mengalokasikan anggaran untuk membantu. Itulah kenapa kita juga berikan asuransi kepada tenaga kesejahteraan sosial melalui penyelenggaraan BPJS Ketenagakerjaan dengan target 3.100 orang (pendamping asistensi sosial, TKSK, Tagana, PSM dan Pendamping PKH),” ungkapnya. (03)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar