Ratusan Karung Raskin Numpuk Di Gudang Kecamatan Padang Bolak

Redaksi: Senin, 31 Juli 2017 | 03.54.00

Ratusan karung Rastra atau Raskin yang diperkirakan berjumlah 5 ton terlihat menumpuk di gudang Kecamatan Padang Bolak diduga sudah rusak. (Foto: Riswandy)

PALUTA| HARIAN9
Ratusan karung beras sejahtera (Rastra) atau beras miskin (raskin) yang diperkirakan jumlahnya sekira 5 ton dan seharusnya dibagikan kepada masyarakat penerima dibiarkan menumpuk di salah satu gudang di Kantor Rastra milik Kecamatan Padang Bolak, Desa Batang Baruhar Julu, Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Raskin yang menumpuk di salah satu gudang milik Kecamatan Padang Bolak ditemukan LSM Gempar Sumut diduga sudah dalam kondisi rusak, sehingga sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

Ketua DPP LSM Gempar Sumut Aman Sudirman Harahap, Minggu (30/7) mengatakan, merela terjun ke lokasi gudang dan menemukan ratusan karung Rastra yang belum di distribusikan kepada masyarakat penerima. Akibatnya masyarakat penerima sangat dirugikan.

“Saat kita chek le lokasi, ternyata ratusan karung lagi Rastra belum di salurkan. Hal ini sangat kita sesalkan karena itu merugikan masyarakat penerima manfaat yang merupakan masyarakat miskin,“ ujar Aman.

Ditegaskannya, jika benar adanya informasi yang menyebutkan bahwa Rastra untuk tri wulan I hanya di bagi dua bulan berarti Rastra yang berada di gudang merupakan jatah satu bulan dari triwulan dan apa mungkin Rastra yang tersimpan di gudang tersebut nantinya akan di jual ke luar daerah dengan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.1.600 per kilogramnya.

“Untuk menyikapi ini, kami berharap pihak berwajib untuk segera melakukan pengecekan langsung ke gudang beras yang berada di Desa Batang Baruhar Julu untuk melakukan penyidikan tentang stok dan penyaluran Rastra yang sesuai dengan UU dan ketentuan yang berlaku,“ katanya.

Sementara salah seorang Kepala Desa mengaku, saat ia akan mengambil raskin tri wulan I, ia melihat beras tersebut sudah tidak layak komsumsi lagi, sehingga ia takut jika masyarakatnya tidak mau beli Rastra itu nantinya.

“Karena kondisi beras sudah rusak, ia khawatir masyarakat tidak mau membelinya dan kalaupun diambil, itupun hanya untuk tri wulan I dan cuma 2 bulan yang ada. Jatah sebulan lagi entah kemana,“ katanya.

Terpisah, Camat Padang Bolak Ali Ja'far Harahap SH membantah tudingan yang mengatakan bahwa Rastra selama satu bulan tidak di bagikan dan menurutnya, Rastra yang berada di gudang Kecamatan adalah Rastra yang belum di jemput oleh kepala desa atau penerima manfaat Rastra.

"Rastra itu bukan di timbun, hanya saja belum di jemput kepala desa nya masing-masing penerima manfaat, sehingga lama tersimpan beras menjadi rusak dan tidak dapat dikonsumsi lagi,“ jelasnya. ‎(Wan9)
Editor: Mardan H Siregar

                                                                                  


Komentar