RI-Laos Bahas 60 Tahun Kerja Sama Bilateral Berbagai Bidang

Redaksi: Minggu, 30 Juli 2017 | 01.09.00

Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu Laos Saleumxay Kommasith. (Foto: kemlu)

JAKARTA| HARIAN9
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno L. P. Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Laos Saleumxay Kommasith di Jakarta (27/7). 

Kedua Menlu memimpin pertemuan Ke-5 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC). Pertemuan kedua Menlu juga menjadi kick off bagi peringatan ke-60 hubungan diplomatik kedua negara.

“Pokok pembahasan dalam pertemuan kali ini adalah mengenai Pembahasan 60 tahun hubungan bilateral RI-Laos, Kerja sama ekonomi untuk peningkatan kerja sama investasi, dan kerjasama pengembangan Sumber Daya Manusia,” demikian disampaikan Retno dalam konferensi pers usai pertemuan bilateral.

Dijelaskannya, dalam pertemuan JCBC ke-5 RI-Laos telah dibahas  isu-isu yang menjadi perhatian khusus  antara kedua negara, antara lain  kerja sama politik, pertahanan dan keamanan, yang mencakup pembahasan kerja sama antar parlemen, kerja sama antar Kementerian Luar Negeri kedua negara, serta kerja sama pertahanan dan keamanan.

Pembahasan kerja sama ekonomi yang dibahas mencakup perdagangan dan investasi, perindustrian, pertanian, keuangan dan perbankan.  Kerja sama sosial budaya mencakup kerja sama di bidang pendidikan, transportasi dan pariwisata. Kerja sama lain adalah mengenai kepemudaan dan olah raga. 

Lanjut Retno, pertemuan juga menjadi kesempatan bagi kedua Menlu untuk bertukar pandangan mengenai isu-isu global dan regional.

Menlu Laos ke Indonesia juga akan diterima oleh Wakil Presiden RI dan  dilanjutkan dengan kunjungan ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri RI. 

Dalam kunjungan itu Menlu Kommasith akan melakukan dialog dan studi banding terkait pelatihan bagi para diplomat. Agenda pertemuan lain Menlu Kommasith adalah pertemuan dengan Direktur Utama PT. Pupuk Kujang dan peninjauan pabrik di Cikampek, Purwakarta.

Perkembangan kerjasama RI-Laos, nilai Perdagangan Indonesia Laos saat ini tercatat untuk Januari-April 2017 sebesar USD.4,52 juta;  Januari-April 2016 sebesar USD.3,50 juta;  pada tahun 2016 sebesar USD.10,071 juta dan pada tahun  2015 sebesar USD.8,55 juta.

Investasi Indonesia di Laos yang tercatat saat ini senilai USD.1,1 juta antara pengusaha Raam Punjabi dengan Major Cinema dari Thailand dalam membuka jaringan bioskop. Warga Negara Indonesia di Laos tercatat sebanyak  253 orang (per Mei 2016).

Sejak tahun 2006, Pemerintah RI telah memberikan sejumlah beasiswa dan pelatihan teknis kepada WN Laos dengan rincian  Beasiswa Darmasiswa sebanyak 51 orang;  Beasiswa Program S-2 sebanyak 58 orang;  Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) sebanyak 10 orang;  ASEAN+3 sebanyak 4 orang.  

Pelatihan teknis di berbagai bidang kepada 166 orang, antara lain pelatihan ukir kayu, membatik, budidaya ikan lele, pelatih silat, kempo, pelatihan tari dan angklung. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar