Terkait Masjidil Aqsha, Menag Harap PBB dan OKI Bersidang

Redaksi: Senin, 24 Juli 2017 | 15.09.00

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: kemenag)

JAKARTA| HARIAN9 
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap Dewan Keamanan PBB dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) segera bersidang membahas krisis yang terjadi di Masjidil Aqsha.

“Dewan Keamanan PBB dan OKI harus secepatnya bersidang untuk segera menghentikan tindakan Israel di Masjidil Aqsha,” tegas Lukman di Jakarta, Senin (24/07). 

Situasi di kompleks Masjid Al-Aqsa memburuk dalam beberapa hari terakhir. Tindak kekerasan pihak keamanan Israel tidak hanya mengakibatkan 3 korban meninggal dan lebih dari seratus korban luka-luka, namun telah meningkatkan ketegangan dan sangat membatasi kegiatan beribadah di Masjid Al-Aqsa.

Menurutnya, semua pihak harus mampu menahan diri. Kesucian rumah ibadah, termasuk Masjid Al-Aqsha, harus dijaga dari segala bentuk tindak kekerasan. 

“Siapapun yang berada di dalam rumah ibadah, harus terjaga keselamatannya,” katanya.

“Siapapun harus terjamin haknya untuk beribadah di rumah ibadah. Tak boleh ada larangan terkait hal itu,” sambungnya.

Melalui sambungan telepon dengan Menlu AS Rex Tillerson, Sabtu (22/07), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa Indonesia meminta Amerika Serikat mendesak Israel menghentikan pembatasan beribadah dan tindakan kekerasan di Masjid Al-Aqsa. 

Dikutip dari rilis Kementerian Luar Negeri, Retno mengaku sangat khawatir dengan semakin memburuknya situasi di kompleks Masjid Al-Aqsa. 

Indonesia yang mengutuk meninggalnya 3 orang pemuda Palestina, menegaskan pentingnya agar segera diambil langkah agar eskalasi kekerasan dan ketegangan dapat dihentikan. 

"Penurunan eskalasi penting sekali dilakukan untuk mencegah situasi semakin memburuk," lanjutnya.

Dalam pembicaraan telepon tersebut, Menlu AS juga menyampaikan kekhawatiran yang sama terhadap situasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa. Menlu AS menyampaikan  kalau pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Yordania, Palestina, dan Israel. 

Menlu AS sepakat dengan Indonesia mengenai pentingnya mencegah meningkatnya eskalasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa. Menlu AS juga menegaskan agar status quo terkait status kompleks Masjid Al-Aqsa juga penting untuk tetap dipelihara. 

Retno juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Menlu Yordania, Palestina, Turki, Sekjen OKI agar situasi di Kompleks Al Aqsa tidak memburuk dan kegiatan beribadah dapat segera dipulihkan. (kemenag/03)
Editor: Mardan H Siregar 





Komentar