258 Nakes Dapat Penghargaan, Kualitas Kesehatan Diharapkan Meningkat

Redaksi: Kamis, 17 Agustus 2017 | 01.26.00

Sebanyak 258 tenaga kesehatan (Nakes) mendapatkan penghargaan dari Menteri Kesehatan RI Prof. Nila F. Moeloek berkat prestasi dan dedikasinya dalam melaksanakan tugas memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. (Foto: kemenkes)

JAKARTA| HARIAN9
Sebanyak 258 tenaga kesehatan (Nakes) mendapatkan penghargaan dari Menteri Kesehatan RI Prof. Nila F. Moeloek berkat prestasi dan dedikasinya dalam melaksanakan tugas memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. 

Diharapkannya, dari pemberian penghargaan tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

''Saya bangga dan amat berbahagia dapat bertatap muka dengan saudara sekalian. Saya juga mengucapkan selamat kepada Saudara atas terpilihnya sebagai Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional tahun 2017,'' kata Nila pada acara Pemberian Penghargaan Nakes Teladan, Senin (14/8) di Jakarta.

Nakes yang hadir pada kesempatan tersebut berasal dari Provinsi Aceh di ujung barat Indonesia hingga Provinsi Papua di ujung timur. 
Terdiri atas kelompok tenaga medis, tenaga keperawatan, tenaga bidan, tenaga gizi, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga kefarmasian, dan ahli teknologi laboratorium medik.

Nila bangga dan bersyukur bahwa Indonesia mempunyai Nakes yang penuh dedikasi. Penghargaan yang diberikan kepada Nakes teladan, tambah Nila, mencerminkan rasa terima kasih dan penghargaan dari Pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan.

''Saya mengapresiasi Tenaga Kesehatan Teladan yang hadir disini sebagai wakil tenaga kesehatan di Puskesmas yang telah memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat dengan hati nurani, tulus ikhlas, dan penuh rasa tanggung jawab,'' tambahnya. 

Indonesia yang berbentuk kepulauan yang sangat luas dengan daerah terpencil, perbatasan, kepulauan terluar, dan daerah geografi yang sulit menjadi tantangan tersendiri. 

Ditambah lagi tingginya angka kematian ibu dan bayi, prevalensi gizi kurang dan stunting, beberapa jenis penyakit menular dan penyakit tidak menular.

Diungkapkannya, pada kesempatan ini menjadi sebuah momentum yang tepat untuk menyampaikan kepada Nakes teladan di Puskesmas, agar bangkit dan mulai meninggalkan cara menjaga kesehatan yang bersifat kuratif menuju semangat preventif dan promotif. 

Sehingga kesadaran masyarakat untuk menjaga diri, menjaga keluarga, dan menjaga lingkungan sekitar agar terhindar dari penyakit bisa meningkat.

Prestasi dan dedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Karena masyarakat memerlukan sentuhan langsung tenaga kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan yang baik.

Puskesmas merupakan ujung tombak dalam hal ini. Melalui Puskesmas masyarakat bisa dididik untuk sadar akan kesehatan dirinya.

''Masyarakat kita dijaga agar yang sehat tetap sehat dan yang sakit bisa sehat. Saya titip kepada Nakes teladan bahwa kita harus proaktif mendatangi keluarga berdasarkan program pendekatan keluarga,'' katanya.  

Pendekatan Keluarga

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. 

Program Indonesia Sehat dilaksanakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Pendekatan keluarga merupakan salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan atau meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga.

''Dengan pendekatan ini, Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam gedung saja, melainkan juga keluar gedung dengan mengunjungi keluarga di wilayah kerjanya dan mengintegrasikan UKP & UKM secara berkesinambungan,'' ujarnya. (kemenkes/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar