BUMDes Harapan Maju di Sebatik Siap Ekspor Bandeng ke Malaysia

Redaksi: Kamis, 17 Agustus 2017 | 21.35.00

Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo, meresmikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Harapan Maju Bersama, di Desa Tanjung Harapan, Pulau Sebatik, Nunukan, Rabu (16/8). (Foto: kemendesa)

SEBATIK| HARIAN9
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, meresmikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Harapan Maju Bersama, di Desa Tanjung Harapan, Pulau Sebatik, Nunukan, Rabu (16/8). 

BUMDes tersebut siap mengekspor produksi ikan bandeng tanpa duri ke Malaysia. 

“Terus kembangkan BUMDes ini. Giatkan aktivitas dan tingkatkan produktivitas bidang usahanya. Ini adalah salah satu program prioritas percepatan pembangunan desa,” kata Eko di Sebatik, Nunukan.

Usai meresmikan dan berkeliling BUMDes, Eko memecahkan kendi sebagai simbol dimulainya aktivitas ekspor bandeng tanpa duri dari BUMDes Harapan Maju Bersama menuju Tawau. 

Dirinya juga menyerahkan bantuan senilai Rp.50 juta sebagai stimulan pengembangan unit usaha lainnya. 

“Saya berharap BUMDes di desa-desa lain terus dikembangkan. Duduk bersama, segera tentukan produk unggulan dan bidang usahanya. BUMN juga akan bantu. Ada BNI, BRI, BULOG, dan lainnya,” sambungnya.

Sekretaris Desa Tanjung Harapan, Hendra mengatakan, unit usaha produksi ikan bandeng tanpa tulang menjadi produk unggulan karena permintannya yang tinggi dari Tawau, Malaysia. Permintaan tersebut datang setiap dua minggu sekali.

“Mereka meminta 200-300 kilogram per dua minggu. Kami berkomitmen penuh dengan hal itu. Hasil tangkapan bandeng dari nelayan desa setempat kami kumpulkan. Nilail jualnya mencapai Rp.35.000/kg,” ungkapnya. 

Lanjut Hendra, masyarakat dibantu para penyuluh perikanan untuk pemasaran produknya. Dengan tingginya angka permintaan, BUMDes pun berinisiatif untuk mempekerjakan para ibu di desa yang belum  memiliki pekerjaan. 

Para penyuluh pun membantu pemberdayaan dan peningkatan kapasitas para ibu.

“Aktivitas di BUMDes setidaknya bisa mempekerjakan 30 orang ibu-ibu. Mereka juga dilatih oleh para penyuluh perikanan tentang bagaimana cara membersihkan bandeng, melepas duri-durinya, hingga pengemasan,” ujarnya. 

Hasil dari pengolahan yang dilakukan oleh ibu-ibu tersebut, sambungnya, ditampung oleh BUMDes dan siap diekspor ke Malaysia. Kerjasama dengan mitra yakni para penyuluh perikanan membantu BUMDes menemukan jejaring pemasaran hingga ke Malaysia. 

Dirinya pun berharap pemerintah dapat lebih mendukung dengan jejaring pemasaran yang lebih luas.

Selain unit usaha pengolahan ikan bandeng tanpa tulang, BUMDes Harapan Maju Bersama diantaranya juga mengelola unit simpan pinjam, penjualan dan persewaan alat pertanian, dan penjualan beras. 

BUMDes yang dibentuk sejak 2016 lalu dan kembali aktif pada awal tahun 2017 tersebut dibentuk dengan suntikan modal dari dana desa sebesar Rp.203 juta. Suntikan tersebut terbukti membuat aktivitas perekonomian desa semakin berkembang. (kemendesa/03)
Editor: Mardan H Siregar 

Komentar