Dua Begal Sadis Tewas Ditembak Polisi

Redaksi: Senin, 21 Agustus 2017 | 13.05.00

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, SIK, SH, M.Hum beri keterangan tentang dua begal yang tewas ditembak mati. (Foto: Joko Hendro)


MEDAN| HARIAN9
Dua dari tiga pelaku perampokan (begal) spesialis sepeda motor tewas ditembak mati oleh Tim Gabungan dari Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan dan Polsek Medan Baru, Minggu (20/8/2017) dini hari setelah ditangkap dari kost-kosannya Jalan Dipanegara Padang Bulan.

Kedua pelaku yang diketahui sudah 19 kali beraksi itu, Dodi Radibyo (32) warga Jalan Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal, dan Fendisyah Putra (23) warga Jalan Gaharu Medan. Selain itu, Polisi juga membekuk 2 temannya, Tengku Aditya Hitasat alias Adit (18) dan Fahri (21) keduanya warga Jalan Notes Kelurahan Sei Putih Barat Kecamatan Medan Petisah.

"Kedua tersangka terpaksa ditembak karena menyerang petugas menggunakan pisau saat pengembangan,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, SIK, SH, M.Hum, Minggu (20/8/2017) sore di Ruang Mayat RS Bhayangkara Medan.

Diterangkan Sandi, aksi komplotan begal ini terbilang sadis, dengan menggunakan senjata tajam, senpi jenis air sofgun dan balok, lalu memepet dan mengancam korban yang mengendarai sepeda motor.

Bahkan, komplotan perampok yang berjumlah lebih dari 6 orang ini dalam melakukan aksinya, membagi dua kelompok, dan selanjutnya bergerak ke sejumlah lokasi.

"Mereka melakukan aksinya dengan berkelompok, tapi masih satu komplotan,” pungkas Sandi didampingi Kapolsek Medan Baru Kompol Hendra Eko Triyulianto, SIK, SH, MH.

Sandi menjelaskan, Polisi yang mendapati aksi perampokan pada, Sabtu (19/8/2017) dini hari di Jalan Sei Putih, lalu melakukan penyelidikan mendalami untuk memburu begal yang meresahkan ini.

"Jadi tersangka yang diamankan 2 orang, 2 tewas, tapi satu orang tidak dibawa kesini, masih diperiksa di Polsek Medan Baru,” ucap Sandi.

Dan tidak ada ampun bagi pelaku narkoba serta begal tembak di tempat, jelas Pamen Muda Alumni Akpol Semarang Tahun 1995. (HJ9)
Editor: Mardan H Siregar








Komentar