Erwan Buka Rakerkesda Provinsi Jambi

Redaksi: Kamis, 10 Agustus 2017 | 15.15.00

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Erwan Malik secara resmi membuka rapat kerja kesehatan daerah (RAKERKESDA) Se-Provinsi Jambi, Kamis(10/08) Hotel Swiss Bell. (Foto: Inro)


JAMBI| HARIAN9
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Erwan Malik secara resmi membuka rapat kerja kesehatan daerah (RAKERKESDA) Se-Provinsi Jambi, Kamis(10/08) Hotel Swiss Bell.

Turut mendampingi  Kadinkes Provinsi Jambi,  Samsiran Halim, Dede Anwar Musadad, Kepala Humaniora dan Kebijakan Kesehatan Badan Litbangkes, Saraswati, Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Dirjen Pelayanan Kesehatan, Agusdini Banun Saptaningsih, Sesuai Dirjen Farmalkes.

Dikatakannya, Rakerkesda Provinsi Jambi mengambil tema sinergi Provinsi dan Kabupaten kota dalam pelaksanaan program Indonesia sehat melalui pendekatan keluarga menuju Jambi Tuntas 2021.

"Dengan meningkatkan sinkronisasi dan sinergitas program yang kegiatan kesehatan daerah di provinsi Jambi dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," jelasnya.

Di mana program pembangunan kesehatan 2015-2019 merupakan program Indonesia sehat, dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat.

"Melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan,"ujarnya. 

Sasaran pokok RPJMN 2015-2019, pertama, meningkatkannya status kesehatan dan gizi ibu dan anak, kedua, meningkatkannya pengendalian penyakit, Ketiga, akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama daerah yang terpencil, keempat, cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN Kesehatan, Kelima,  terpenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin keenam,  meningkatkan responsivitas sistem kesehatan.

"Pembangunan kesehatan merupakan investasi utama bagi pembangunan SDM Indonesia, dan padka dasarnya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan serta kemampuan berperilaku hidup sehat," tambahnya.

Kita menyadari bahwa membangun pelayanan kesehatan yang berkualitas tidaklah mudah menghadapi berbagai masalah seperti kendala keterbatasan tenaga khususnya tenaga medis dan dokter spesialis kurangnya prasarana sarana dan peralatan fasilitas kesehatan yang memenuhi standar dan lain sebagainya. 

Di sisi lain kita juga menghadapi tantangan seperti tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas akses dan berkualitas membangun Pelayanan Kesehatan.

Pemerintahan daerah yang menyatakan bahwa urusan Kesehatan merupakan urusan konkuren yang bersifat wajib dilaksanakan upaya kesehatan sumber daya manusia kesehatan Farmasi alat kesehatan dan pemberdayaan masyarakat untuk itu pemerintah provinsi dan kabupaten kota dalam menerapkan menetapkan kebijakan kesehatan di daerahnya harus berpedoman pada norma standar prosedur dan kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat dengan memberikan prioritas pada pemenuhan standar minimum di bidang kesehatan.

Provinsi Jambi telah menempatkan kesehatan ke dalam misi kedua yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat terdidik berbudaya agamis dan gender misi ini guna mendukung kebijakan pusat termasuk program Indonesia sehat untuk mendukung program Indonesia sehat.

Sementara itu ditambah Samsiran Halim, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 tahun 2015-2016 tentang pedoman penyelenggaraan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga dimana terdapat 12 indikator yang yang akan dilakukan. selain itu juga pada tahun 2017 telah diterbitkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang gerakan masyarakat hidup sehat terdapat 7 indikator dengan memfokuskan pada titik pada tiga indikator 2017 yaitu melakukan aktivitas fisik meningkatkan konsumsi sayur dan buah dan memeriksa kesehatan secara berkala. 

"Untuk kita ketahui saat ini telah terjadi transisi epidemiologi dan pergeseran beban penyakit yang cukup signifikan dari penyakit menular ke penyakit tidak menular pada era 1990 kasus ISPA tuberkolosis dan diare menempatkan urutan 3 besar namun pada tahun 2015 bergeser menjadi stroke kecelakaan lalu lintas dan penyakit jantung disebut dengan kanker dan diabetes yang mengakibatkan beban pembelaan negara yang cukup besar dalam menjawab masalah kesehatan," paparnya.

Masyarakat perlu arah dan kebijakan yang harus dilakukan antara lain penguatan pelayanan kesehatan primer dan rujukan pemenuhan standar kesehatan di Fasilitas Kesehatan penguatan pengelolaan jaminan kesehatan di kabupaten kota penguatan upaya kesehatan keluarga melalui pendekatan siklus hidup penguatan pencegahan dan pengendalian penyakit menular mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan demikian gerakan masyarakat untuk hidup sehat.

"Melalui rakerkesda ini dapat mengetahui isu strategis yang dibutuhkan untuk menekan masalah-masalah kesehatan di masyarakat di provinsi Jambi terutama dalam menekan angka kematian ibu, angka kematian bayi, angka kematian balita gizi buruk serta penyakit tidak menular dan penyakit dan penyakit menular," jelasnya.

Kepada kabupaten kota untuk memaksimalkan penggunaan dana biaya operasional kesehatan dana alokasi khusus fisik dan non fisik serta dana APBD Kabupaten Kota jaminan kesehatan nasional termasuk sumber daya lainnya,  Untuk itu berikanlah masukan dan saran konstruktif serta ada yang benar jangan data yang asal jadi sehingga rakerkesda ini dapat menghasilkan rumusan dan strategi. (Inro9)
Editor: Mardan H Siregar


Komentar