Karnaval Revolusi Mental Ajak Bersatu dalam Keberagaman

Redaksi: Senin, 28 Agustus 2017 | 01.45.00

Ratusan peserta dan penonton Karnaval Revolusi Mental memenuhi Jl. Jend. Sudirman atau tepatnya di depan Benteng Vastenburg, Kota Surakarta, pada Minggu (27/08). (Foto: kemenkopmk)


SURAKARTA| HARIAN9 
Ratusan peserta dan penonton Karnaval Revolusi Mental memenuhi Jl. Jend. Sudirman atau tepatnya di depan Benteng Vastenburg, Kota Surakarta, pada Minggu (27/08).

Karnaval Revolusi Mental ini adalah bagian dari rangkaian Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental 2017. Karnaval menempuh rute dari Sriwedhari dan berakhir di depan Benteng Vastenburg.

Berbagai penampilan kesenian disuguhkan dalam acara Karnaval Revolusi Mental. Sesekali Peserta Karnaval berhenti sejenak dan menampilkan atraksi dengan disaksikan oleh Wali Kota Solo, Wakil Wali Kota Solo, Plt Deputi V Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri. 

Para peserta yang terdiri dari kota dan kabupaten di Jawa Tengah, BUMD, serta dinas-dinas yang ada di Kota Surakarta mengambil tema-tema unik dalam karnaval ini. 

Salah satu tarian yang paling unik adalah 'Tari Sapu' yang dipersembahkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta dan merepresentasikan kerja bersama dalam menjaga lingkungan di Kota Surakarta.

Karnaval Revolusi Mental ditutup oleh tarian kolosal yang berpesan bahwa perubahan ke arah yang lebih baik itu mungkin untuk dilakukan, asalkan individu-individu yang ada di masyarakat mau berubah ke arah yang baik. 

Pertunjukan ini sukses mengundang antusiasme masyarakat yang menyemut sepanjang rute karnaval.

“Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan keragaman budaya. Keragaman ini justru merupakan salah satu instrumen penguat persatuan menuju Indonesia yang kuat, berkedaulatan, dan mensejahterakan,” tutur Plt Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, I Nyoman Shuida. 

Karnaval Revolusi Mental diharapkan bisa membangkitkan rasa persatuan dalam keberagaman yang juga menjadi salah satu poin Gerakan Nasional Revolusi Mental. (kemenkopmk/03)
Editor: Mardan H Siregar

Komentar