Kemendag Gelar Lokakarya IORA di Bali

Redaksi: Selasa, 01 Agustus 2017 | 19.57.00



KUTA| HARIAN9 
Kementerian Perdagangan menggelar lokakarya mengenai integrasi ekonomi kawasan Samudra Hindia di bawah keanggotaan Indian Ocean Rim Association (IORA), yaitu International Workshop on Practical Workstreams on Trade and Investment and IORA Economic Integration, Selasa (1/8). Lokakarya tersebut berlangsung di Padma Resort, Legian, Kuta, Bali.

“Saat ini adalah momentum yang tepat bagi negara anggota IORA untuk berkumpul mendiskusikan berbagai cara menggerakkan potensi ekonomi kawasan dan melangkah menujumintegrasi,” kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kasan, saat membuka lokakarya hari ini di Bali.

Kemendag menjadi focal point Working Group on Trade and Investment IORA, dan berkomitmen menyelenggarakan lokakarya tersebut. 

Lokakarya ini bertujuan mengidentifikasi peluang ekonomi kawasan, menjadi ajang bertukar pikiran antaranggota, dan menghasilkan rekomendasi kebijakan menuju integrasi ekonomi IORA. Lokakarya tersebut juga menjadi kontribusi Indonesia sebagai Ketua IORA 2015-2017.

“Sebagai Ketua IORA 2015-2017, partisipasi aktif Indonesia di IORA menjadi wujud kontribusi Indonesia untuk ikut mencarikan solusi atas berbagai permasalahan di IORA. Keberhasilan Indonesia akan menjadi catatan sejarah pencapaian Indonesia di forum-forum internasional,” ungkap Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo pada kesempatan terpisah, Senin (31/7) di Jakarta.

Dikatakan Iman, lokakarya ini diselenggarakan sebagai komitmen mewujudkan citacita integrasi ekonomi negara-negara anggota IORA, sehingga akan muncul ide dan gagasan yang dapat menjadi rekomendasi kebijakan bagi negara-negara anggota IORA.

Lokakarya dihadiri 70 orang peserta yang terdiri atas 21 negara anggota IORA, tujuh mitra wicara IORA, akademisi, KADIN, serta perwakilan kementerian dan lembaga dari Indonesia.

“Kami harap dari lokakarya ini dapat dihasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan negara anggota IORA untuk bergerak semakin dekat ke arah integrasi perdagangan,” kata Iman.

Pelaksanaan lokakarya merupakan tindak lanjut dari pertemuan kelompok kerja antarpemerintah negara anggota terkait perdagangan dan investasi, IORA Working Group on Trade and Investment (WGTI) yang dilaksanakan di Padang, Sumatra Barat pada 20-23 Oktober 2015.

Melalui lokakarya ini pula, Indonesia berharap dapat mendorong terbukanya akses pasar nontradisional melalui pengembangan kerja sama perdagangan dan jejaring yang lebih luas dengan negara anggota IORA lainnya, serta mewujudkan pembentukan preferential trade
agreement (PTA) intra IORA.

Setelah pelaksanaan lokakarya, pada 2 Agustus 2017 akan diselenggarakan sidang 7th Bi-Annual IORA. Hasil lokakarya berupa rekomendasi kebijakan diharapkan dapat diangkat dalam sidang tersebut.

IORA merupakan forum kerja sama di kawasan Samudera Hindia yang memiliki potensi besar. Perdagangan intra-regional IORA di tahun 2015 mencapai USD.777 miliar. 

Selain itu, Samudera Hindia merupakan 70 persen jalur perdagangan dunia, termasuk jalur distribusi minyak dan gas. Bahkan lebih dari setengah kapal kontainer dan dua per tiga kapal tanker minyak dari seluruh dunia melewati kawasan ini.

IORA terbentuk sejak Maret 1997 di Mauritius. IORA beranggotakan 21 negara, yaitu Australia, Afrika Selatan, Bangladesh, Komoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Seychelles, Singapura, Somalia, Srilanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Yaman. Selain itu, ada tujuh negara mitra wicara yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Mesir, Tiongkok, Prancis, dan Jerman. (kemendag/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar