Kerugian Ekonomi Akibat Penyakit Tular Vektor Hampir Capai Rp. 2 Triliun

Redaksi: Minggu, 27 Agustus 2017 | 02.16.00

Menteri Kesehatan RI, Prof. Nila Morloek pada acara puncak peringatan hari pengendalian nyamuk tahun 2017 di Yogyakarta, Kamis (24/8). (Foto: kemenkes)

YOGYAKARTA| HARIAN9
Menteri Kesehatan RI, Prof. Nila Morloek mengatakan pada 2016, perkiraan kerugian ekonomi akibat tiga penyakit tular mencapai hampir Rp.2 Triliun. Kerugian itu terkait biaya berobat, kerugian waktu produktif penderita, dan waktu produktif keluarga.

Tiga penyakit tular vektor tersebut yakni malaria, demam berdarah dan filariasis. Jika dirinci, pada tahun 2016 dilaporkan ada sebanyak 218.450 penderita malaria. Hasil perhitungan menunjukkan  bahwa kerugian ekonomi masyarakat yang diakibatkan malaria adalah sebesar Rp.892 Milyar.

Sedangkan, kasus demam berdarah dilaporkan sebanyak 204.171 penderita dan menyebabkan kerugian ekonomi masyarakat sekitar Rp.986 Milyar.

Kasus filariasis dilaporkan ada 13.009 penderita, diperkirakan mengakibatkan kerugian ekonomi masyarakat sekitar Rp.36 Milyar.

''Upaya terpenting dari pencegahan penyakit tular vektor adalah pemutusan rantai penularan. Upaya ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan  pengendalian vektor atau dengan pengobatan,'' tegas Nila pada acara puncak peringatan hari pengendalian nyamuk tahun 2017 di Yogyakarta, Kamis (24/8).

Dikatakannya, upaya pengendalian vektor, lebih hemat dibandingkan dengan pengobatan, karena pengendalian vektor dilakukan sebelum orang jatuh sakit. 

Kerugian ekonomi akibat biaya pengobatan dan biaya hilangnya produktifitas penderita dan keluarga akibat timbulnya sakit dapat dihindari.

''Upaya pengendalian vektor dapat dilakukan di antaranya dengan menggunakan kelambu saat tidur, menanam tanaman anti nyamuk dan yang lebih penting menjaga lingkungan,'' tambahnya.

Dapat juga dilakukan melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan menutup, menguras, dan memanfaatkan barang bekas yang masih bernilai ekonomis (PSN 3M). Selain itu juga melaksanakan upaya pengelolaan lingkungan untuk tetap bersih dan sehat.

Diapresiasinya, kepada semua pihak yang telah bekerjasama dengan jajaran Kementerian Kesehatan untuk menyiapkan dan menyelenggarakan acara ini.

''Tahun ini kita memperingati kembali Hari Pengendalian Nyamuk, karena pengendlian nyamuk dan vektor lainnya merupakan upaya penting dalam Pembangunan Kesehatan,'' sebutnya.

Ditambahkannya, sebagian besar penyakit tular vektor ditularkan oleh nyamuk. 

"Jika kita mampu mengendalikan nyamuk dengan baik maka kita akan mampu menekan morbiditas, mortalitas, disabilitas dan kerugian ekonomi yang diakibatkan berbagai penyakit tular vektor," tutupnya. (kemenkes/03)
Editor: Mardan H Siregar






Komentar