Masih Ada Kelemahan Pelayanan Publik Dalam Pembuatan SIM

Redaksi: Kamis, 24 Agustus 2017 | 02.13.00

Konsultan Kapolri Bidang Pelayanan Publik Dr. M. Gaus Syah, SH, MM didampingi Ren Min Korlantas AKBP. Rizky Nugroho dan Kasat Lantas Polres Tapsel AKP. Anggun Putra, S.Ik saat meninjau sarn dan prasarana pelayanan public di Unit Reg Ident Sat Lantas Polres Tapsel, Rabu (23/8).  (Foto: Riswandy)


TAPSEL| HARIAN9
Konsultan Kapolri Bidang Pelayanan Publik Dr. M. Gaus Syah, SH, MM mengaku masih ada beberapa kelemahan pelayanan public khususnya di dalam pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di unit Lantas di beberapa Polres.

“Kami (Polri-red) mengakui masih ada beberapa kelemahan dalam pelayanan publik di kepolisian, ini jadi perbaikan bagi kami di masa mendatang,“ ujarnya didampingi Ren Min Korlantas AKBP. Rizky Nugroho kepada HARIAN9 di sela-sela kunjungan kerja ke Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) dalam rangka survey kepuasan masyarakat terhadap pelayanan penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Polres Tapsel, Rabu (23/8).

Disampaikannya, terimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan masukan melalui pengisian brosur saat dilakukan survey terhadap responden yang sedag melakukan pengurusan SIM di Sat Lantas Polres Tapsel.

Menurutnya, kedatangan tim survey Korlantas ke Sat Lantas Polres Tapsel ini, di samping untuk melihat langsung sistim pelayanan public dalam pengurusan SIM, juga ingin menjadikan Korlantas Polri menjadi role model dan menjadikan contoh buat Satuan-Satuan lainnya yang ada di jajaran Polri.

Dicontohkannya, soal pelayanan pengurusan SIM, pihaknya mengaku sudah meninjau unit pelayanan pembuatan SIM di Sat lantas Polres Tapsel ini dan diketahui pelayanan sudah mulai membaik, walau masih ada beberapa kelemahan yang perlu dibenahi akibat minimnya sarana dan prasarana.

“Seperti yang disampaikan Kapolres Tapsel tadi, ada beberapa kelemahan dalam pelayanan public di Sat Lantas ini karena minimnya sarana dan prasarana seperti lokasi praktek mengemudi yang masih sempit, jauhnya jarak  wilayah dengan Polres Tapsel, alat simulator SIM yang sudah termakan usia dan kendala lainnya. Ini akan menjadi PR bagi Korlantas untuk membenahinya,“ jelasnya.

Terkait dengan upaya Korlantas dalam mencegah calo dan pungli oleh oknum petugas dalam pengurusan SIM, ditegaskannya, untuk memutus percaloan dan pungutan liar, Korlantas Mabes Polri mulai meluncurkan tiga sistem berbasis online dalam penguruan SIM, yakni SIM baru online, e-Tilang dan e-Satpas. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi dalam pelayanan.

“Sistem ini nantinya akan menghapus bisnis percaloan dan pungli dan ini sejalan dengan dicanangkan proses pembenahan sentra pelayanan publik dan pemberantasan hukum,“ tuturnya.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Tapsel AKP. Anggun Putra, S.Ik menegaskan pihaknya konsen pada pelayanan public sekaligus merespons instruksi bapak Kapolri yang memerangi kegiatan pungli dan praktik percaloan terutama dalam pembuatan SIM.

“Untuk itu demi terciptanya pelayanan publik yang efesien, respontif dan akuntabel diperlukan partisipasi dari unsur terkait baik petugas maupun masyarakat penerima pelayanan publik untuk terjadinya perubahan yang menyeluruh serta dilakukan secara konsisten,“ ujar Kasat Lantas.  (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar 

                                                                                           



Komentar