Menkeu: Minta Agar Pengusaha Patuh dan Pemerintah Tidak Berbelit-Belit

Redaksi: Rabu, 02 Agustus 2017 | 23.38.00

Menkeu Sri Mulyani Indrawati bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mendag Enggartiasto Lukita, Menperin Airlangga Hartarto, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyelenggarakan konferensi pers Penyederhanaan dan Pemberian Kemudahan Perizinan dalam Rangka Mendukung Impor dan Ekspor Khususnya kepada Pengusaha yang Terkena Dampak Penertiban Importir Berisiko Tinggi di Gd. Djuanda Kemenkeu, Jakarta pada Selasa (01/08). (Foto: kemenkeu)

JAKARTA| HARIAN9 
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mendag Enggartiasto Lukita, Menperin Airlangga Hartarto, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyelenggarakan konferensi pers Penyederhanaan dan Pemberian Kemudahan Perizinan dalam Rangka Mendukung Impor dan Ekspor Khususnya kepada Pengusaha yang Terkena Dampak Penertiban Importir Berisiko Tinggi di gedung Djuanda Kemenkeu, Jakarta pada Selasa, (01/08).

Di satu sisi, Sri ingin pengusaha dapat mencurahkan masalahnya terkait tantangan yang harus dihadapi, khususnya bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mengenai perizinan barang larangan dan atau pembatasan (Lartas). 

Para pengusaha minta pemerintah mempermudah izin dan syarat rekomendasi impor. Di sisi lain, diharapkannya dapat memenuhi ekspektasi pengusaha dengan memberi pelayanan yang baik dari pemerintah.

"Kami ingin pengusaha patuh dan jangan sampai aturan dari pemerintah berbelit-belit. Pemerintah harus memastikan berorganisasi secara baik, dan melayani masyarakat dengan baik," ujarnya.

Untuk menindaklanjuti berbagai keluhan dari pengusaha mengenai perizinan tersebut, Sri membuat tim kecil yang terdiri dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar