Menkeu: Indonesia Punya Modal Menjadi Negara Maju

Redaksi: Kamis, 24 Agustus 2017 | 13.41.00

Menkeu Sri Mulyani menjadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (23/08). (Foto: kemenkeu)

YOGYAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada Rabu (23/08). 

Dinyatakannya, bahwa Indonesia sebenarnya sudah memiliki modal untuk menjadi negara maju sejak awal kemerdekaan. Modal itu ialah letak geografis, sumber daya alam serta jumlah penduduk yang banyak memiliki komposisi usia produktif untuk menciptakan dinamisme dalam perekonomian dan sosial.

“Indonesia bisa menjadi negara maju karena sudah memiliki modal awal yang tidak sepele yaitu letak geografis maupun sumber daya alam yang kita miliki. Manusianya jumlahnya besar, demografisnya muda. Artinya kita mampu menciptakan dinamisme dalam perekonomian dan sosial. 257 juta penduduk Indonesia adalah jumlah penduduk kelima terbesar. Komposisi mayoritas di bawah 30 tahun, usia produktifnya mayoritas,” jelasnya.

Dikatakannya, apabila Indonesia dibandingkan dengan negara maju seperti Jepang, Singapura dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), ketiga negara tersebut telah mengalami penurunan jumlah penduduk yang berusia muda dan produktif beberapa tahun belakangan ini.

“Kalau Anda membandingkan dengan negara Jepang, komposisinya lebih banyak yang tua dibanding yang muda (aging). Singapura sedang persuasi (membujuk) perempuannya untuk menikah dan punya anak karena dia shrinking (menciut/menurun). RRT indikator pertumbuhan tinggi tetapi setelah one child policy (kebijakan satu anak cukup), tiap tahun shrinking. Makanya dia mengatakan boleh punya anak dua, atau lebih dari satu,” terangnya.

Oleh karena itu, masih dalam rangka peringatan Kemerdekaan Indonesia, ia menyatakan bahwa merdeka dari penjajahan itu, tiap warga negara Indonesia harus ikut meneruskan estafet cita-cita kemerdekaan yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

“Estafet perjalanan sebagai bangsa, kita perlu melakukan self-critical terhadap kita sendiri. Untuk pertumbuhan ekonomi kita bisa membandingkan dengan negara G-20 yang terdiri dari negara maju dan negara berkembang (emerging) yang menjadi benchmarking. Jadi, dimanapun Anda berada, apapun posisi Anda, apapun peranan Anda, kalau Anda adalah bagian dari bangsa Indonesia, kita memegang estafet dari pintu gerbang kemerdekaan menuju cita-cita kemerdekaan, yaitu menuju masyarakat yang adil dan makmur,” pungkasnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar