Pelatihan Untuk Meningkatkan Pembangunan IMK

Redaksi: Rabu, 02 Agustus 2017 | 00.43.00



YOGYAKARTA| HARIAN9
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg dan Kementerian Perindustrian) bekerjasama dengan Colombo Plan menyelenggarakan “Capacity Building Program On Enhancing The Development Of Small And Medium Industry” di Yogyakarta, Senin (31/07).

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian Republik Indonesia, Gati Wibawaningsih dan disaksikan oleh Kepala Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri, Rika Kiswardani dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Yogyakarta, Budi Antono.

Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen yang diimplementasikan dalam rangka Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sekretariat Negara sebagai Focal Point Nasional, bekerjasama dengan Colombo Plan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bina Usaha Kecil dan Menengah Industri Menengah Kementerian Perindustrian dan diikuti oleh peserta dari negara-negara berkembang Colombo Plan.

“Program ini merupakan kegiatan tindak lanjut, berdasarkan ikrar Pemerintah Indonesia yang dinyatakan dalam Rapat Konsultatif Colombo ke-44 yang diadakan di Nepal pada bulan September 2014 dan dinyatakan kembali pada kesempatan Komite Konsultatif Rencana Kolombo ke-45 di Fiji dari tanggal 28 sampai 30 September 2016,” jelas Kepala Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri, Rika Kiswardani pada saat membacakan sambutan Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara.

Peserta pelatihan akan mengikuti workshop di 2 (dua) Center of Excellence di bawah Kementerian Perindustrian. 

“Peserta akan mengikuti workshop di Industri Karet dan Plastik, dan Pusat Industri Kerajinan dan Batik. Mereka juga akan mempelajari peran pusat dalam meningkatkan perkembangan industri kecil dan menengah,” jelasnya.

Selain itu, peserta juga akan diajak mengunjungi beberapa usaha kecil dan menengah. Melalui kunjungan studi tersebut, para peserta akan langsung mendengar kisah sukses pengusaha bagaimana mereka memulai dari usaha kecil, meningkatkan kapasitas mereka, bekerja sama dengan pemerintah, mengatur dan mengelola bisnis mereka, memberdayakan masyarakat, serta mengembangkan strategi untuk promosi.

Di Colombo Plan sendiri terdapat beberapa pilar prioritas kerja sama antara lain Drug Advisory Programme, Gender Affairs Programme, Long-Term Scholarship Program, Public Administration Program dan Programme for Private Sector Development (PPSD). 

Program yang dilaksanakan kali ini oleh Kementerian Perindustrian berada di bawah pilar PPSD dan merupakan program batch kedua. 

Akhir September mendatang akan diselenggarakan pelatihan perencanaan dan penganggaran berbasis gender di Jakarta dan Bandung yang direncanakan akan menghadirkan Ridwan Kamil, Walikota Bandung sebagai salah satu narasumber. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar

Komentar