Pemerintah Tidak Akan Naikkan BBM, LPG dan Listrik pada Tahun 2018

Redaksi: Selasa, 22 Agustus 2017 | 07.22.00

Menkeu Sri Mulyani Indrawati diwawancarai oleh awak media seusai Konferensi Pers RAPBN 2018 di Aula Djuanda Kemenkeu, Jakarta pada Senin (21/08). (Foto: kemenkeu)


JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan Rancangan Angaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2018 (RAPBN TA 2018) kepada awak media di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta pada Senin, (21/08). 

Dijelaskannya, pada tahun 2018 tidak akan ada kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquid Petroleum Gas (LPG) dan listrik karena telah tercakup dalam subsidi energi yang dialokasikan sebesar Rp.103,4 triliun.

“Subsidi energi adalah Rp.103,4 triliun. Untuk (subsidi) BBM dan LPG adalah Rp.51,1 triliun dan subsidi listrik Rp.52,2 triliun. Asumsi yang sangat eksplisit adalah tidak ada kenaikan BBM tidak ada kenaikan LPG dan tidak ada kenaikan listrik. Jumlah pelanggan 900 VA barangkali yang akan dibatasi karena sesuai dengan alokasi Rp.52,2 triliun tadi,” jelasnya.

Ditambahkannya, sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perikanan dan pariwisata juga akan didukung baik dari sisi sektornya yang strategis maupun dari sisi infrastruktur pendukungnya.

“APBN tetap memihak sektor-sektor unggulan. Pertanian, perikanan, pariwisata adalah tiga sektor yang selama ini memiliki fungsi luar biasa strategis dari sisi food security atau ketahanan pangan, dari sisi employment atau penciptaan kesempatan kerja dari sisi kemampuan meng-generate kesejahteraan rakyat sampai ke grass root (akar rumput). Oleh karena itu, kita memberikan anggaran kepada sektor itu maupun infrastruktur yang mendukungnya. Jadi, 409 (triliun) dari infra (infrastruktur) itu juga banyak untuk mendukung pertanian, perikanan dan pariwisata. Jalan raya, airport, seaport, kemudian irigasi, electricity power itu semua tujuannya untuk membantu tiga sektor unggulan ini,” jelasnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 





Komentar